Tren Menikah di Semarang Menurun Selama Pandemi Covid-19
"Penurunan pasangan yang menikah dari Maret sampai Mei berdasar data jumlah pasangan yang menikah di 16 Kantor Urusan Agama (KUA) di wilayah Kota Semarang. Penurunannya sangat drastis ketimbang kondisi normal,"
Tren pernikahan di Semarang mengalami penurunan cukup signifikan. Hal ini karena banyak dari calon mempelai yang memutuskan untuk menunda prosesi di massa pandemi covid-19. Data Kantor Kementerian Agama Kota Semarang mencatat, pada Maret ada 358 pasangan menjadi 172 pasangan pada April, dan 73 pasangan pada Mei.
"Penurunan pasangan yang menikah dari Maret sampai Mei berdasar data jumlah pasangan yang menikah di 16 Kantor Urusan Agama (KUA) di wilayah Kota Semarang. Penurunannya sangat drastis ketimbang kondisi normal," kata Kepala Kemenag Kota Semarang, Muhdi Zamur saat dikonfirmasi, Kamis (24/6).
Dia menyebut pada bulan Juni biasanya menjadi musim menikah. Mereka memilih menunda prosesi nikah lantaran takut tertular covid-19. "Justru bulan Juni ini grafiknya menurun lagi. Jumlahnya kami belum menghitung," ujarnya.
Turunnya jumlah pernikahan dipicu adanya imbauan dari kantor pusat Kemenag yang mengatur soal pembatasan tamu undangan minimal tidak lebih dari 20 orang saat prosesi pernikahan selama masa pandemi Covid-19. Namun bisa juga menggelar prosesinya secara online.
"Saat ini aturannya sudah berjalan di Semarang. Waktu pendaftaran sudah diingatkan kembali kalau pelaksanaanya harus sesuai aturan covid-19. Mungkin itulah yang membuat jumlah izin pernikahan sekarang jadi berkurang banyak," ungkap Muhdi.
Data jumlah pernikahan pada Januari 2020, pernikahan yang digelar di kantor KUA masih mencapai 172 orang dan yang menggelar prosesi diluar KUA sebanyak 388 orang. Jumlah itu masih meningkat pada bulan Februari ada sekitar 209 orang di kantor KUA dan di luar KUA ada 662 orang.
Di bulan Maret, lanjutnya jumlah pernikahan di KUA ada 190 orang dan diluar KUA ada 168 orang. Kemudian semakin menurun pada April hanya ada total sebanyak 172 orang, dan pada Mei 73 orang.
Baca juga:
Pemerintah Kota Bandung Kaji Relaksasi Acara Resepsi Pernikahan
Pemkot Solo Izinkan Pesta Pernikahan, Tamu Maksimal Hanya 30 Orang
50 Kumpulan Kata-Kata Pernikahan Penuh Makna yang Romantis dan Inspiratif
Penjelasan Kemenag Soal Penularan Covid-19 Saat Pesta Pernikahan di Semarang
Penuh Makna, Intip Mahar 'Unik' Pernikahan Tara Basro dan Daniel Adnan