Tolak relokasi, warga bakar ban di rel kereta api di Medan
Warga bahkan menyatakan siap mati mempertahankan tempat tinggal mereka.
Penertiban lahan PT KAI di pinggiran rel kawasan Jalan Gaharu, Medan, Jumat (1/4), mendapat perlawanan dari warga. Mereka melakukan aksi demo di atas rel dan membakar ban.
Aksi massa berlangsung di sela rencana penertiban dilakukan PT KAI. Sejumlah alat berat sudah disiapkan di lokasi. Namun belum ada bangunan dibongkar.
Massa berkumpul di atas rel. Mereka menyatakan siap melakukan perlawanan jika rumahnya ditertibkan.
"Kami siap mati kalau digusur, tes lah kalau enggak percaya," kata seorang warga dalam aksinya.
Massa kemudian membakar ban di rel kereta api menghubungkan Stasiun Besar Medan ke Belawan. Belum ada satu pun kereta melintas di jalur biasanya dilewati kereta pengangkut CPO dan barang lainnya.
Sementara itu, petugas PT KAI harus menunda penggusuran. Alat berat sudah didatangkan terpaksa dipindahkan dari sana buat melakukan pengamanan.
Jumlah massa yang besar membuat polisi tidak berdaya. Api yang berkobar di tengah rel pun sulit dipadamkan.
Suasana bahkan sempat ricuh ketika seorang petugas Polsus Kereta Api (KA) mencoba memadamkan api yang menyala di rel kereta api.
"Jangan kau padamkan itu," teriak warga sambil mengejar petugas Polsus KA.
Aksi kekerasan dihindarkan setelah petugas menengahi. Mereka meminta warga tidak emosi. Api di bantalan rel pun akhirnya dipadamkan.
"Semua harus tertib. Semua punya emosi dan punya keinginan, harapan kami tidak ada pembakaran, jangan hanya sepihak yang dihargai. Tugas kami ini pelayanan dan pengamanan, ini fasilitas umum dan mohon dengan hormat kita cari tempat untuk enak diskusinya," kata Kapolsek Medan Timur, Kompol Bernard Malau.
Sementara itu, Humas PT KAI Divisi Regional I Sumatera Utara, Rapino Situmorang, memastikan pembakaran ban mengganggu perjalanan kereta api. Namun, dia tidak menjelaskan jumlah perjalanan kereta api tertunda akibat aksi massa itu.
"Kalau aksinya di atas rel pasti mengganggu dan itu bentuk sabotase. Rel kereta api itu objek vital, jadi tidak bisa diganggu, itu jalan tersendiri," kata Rapino.
Rapino memaparkan, eksekusi bangunan di sepanjang rel kereta api tetap dilanjutkan. Namun, mereka tetap melihat situasi dan kondisi di lapangan.
"Jalan terus, memang perlu waktu. Ini program nasional dan disetujui pemerintah pusat," ucap Rapino.
Baca juga:
Pemkot Jakarta Utara keluarkan SP 1 gusur 550 KK penghuni Pasar Ikan
10 Rumah dihuni janda purnawirawan Polri dieksekusi tanpa perlawanan
Ahok bantah gusur Luar Batang buat fasilitasi pembangunan apartemen
Nantinya, Ahok ingin bangun plaza di lokasi bekas gusuran Pasar Ikan
Juru parkir di Malioboro tolak relokasi ke parkiran Abu Bakar Ali
Polemik relokasi parkiran Malioboro, ujungnya masalah duit