Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Polemik relokasi parkiran Malioboro, ujungnya masalah duit

Polemik relokasi parkiran Malioboro, ujungnya masalah duit Parkir Malioboro direlokasi. ©2016 merdeka.com/kresna

Merdeka.com - Jalan Malioboro, ikonik Kota Yogyakarta akan mengalami perubahan lagi. Setelah sebelumnya ramai perihal pemasangan pagar besi si sepanjang jalan, kini area Malioboro akan dibersihkan dari parkiran kendaraan. Rencana ini merupakan bagian dari konsep "street furniture".

Sebagai solusi, Pemkot akan memindahkan lokasi parkir ke Taman Abu Bakar Ali yang terletak di sebelah utara Malioboro. Di lahan ini, sudah dibangun parkiran dengan tiga tingkat.

Namun rencana ini tidak berlangsung mulus. Para tukang parkir yang tergabung dalam paguyuban Parkir Malioboro menolak keras. Alasan mendasar yang diungkapkan karena masih belum jelasnya keuntungan di lahan baru.

Bahkan pada pertemuan terakhir yang digelar di kantor DPRD, berujung deadlock. Ketua paguyuban, Sigit Karsana bahkan meninggalkan ruang pertemuan sebelum kelar.

"Kami menolak relokasi ke Taman Parkir Abu Bakar Ali," kata Sigit, Rabu (30/3).

Pertemuan antara juru parkir dan Pemkot awalnya berlangsung cukup baik. Namun kemudian suasana semakin memanas. Sigit memilih mengakhiri pertemuan tersebut dan meninggalkan ruangan, sehingga pertemuan tidak bisa berlanjut.

Meski mendapat penolakan, rencana relokasi terus berlanjut. Pemkot bahkan telah menyampaikan surat edaran kepada juru parkir, mengenai pembukaan pos pelayanan di Kantor Unit Pelaksana Teknis (UPT) Malioboro. (mdk/cob)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP