Tolak penambangan batu, warga Purwakarta blokir jalan pakai pisang
Warga menghadang setiap truk besar yang sedang mengangkut batu.
Ratusan warga Desa Sukamaju, Kecamatan Sukatani, Purwakarta, Jawa Barat, geram dengan aktivitas produksi perusahaan tambang batu PT Bumi Cikeupeul Abadi yang dianggap telah merusak lingkungan.
Mereka demonstrasi dan memblokir ruas jalan dengan menanami pohon pisang. Warga juga menghentikan paksa setiap truk besar yang sedang mengangkut batu.
Massa yang didominasi ibu rumah tangga itu menyuarakan tuntutan mereka, agar pihak perusahaan memberi kompensasi dengan cara memperbaiki jalan rusak dan membayar uang kerugian karena selama ini warga dibuat bising, serta jaminan kesehatan.
"Jadi aksi kali ini, warga meminta pihak perusahaan agar memberi kompensasi terhadap kerusakan lingkungan termasuk jalan, akibat dari kegiatan perusahaan," kata Figih Sugiarto, salah seorang warga kepada wartawan, Senin (2/11).
Sebelum demo dan memblokir ruas jalan, warga melakukan mediasi dengan perusahaan, namun janji perusahaan tak kunjung direalisasikan. Padahal perusahaan tambang batu tersebut telah beroperasi selama 21 tahun.
"Kami meminta pihak perusahaan merealisasikan janji-janjinya. Karena selama lebih dari 21 tahun beroperasi belum sekali pun perusahaan memberi kompensasi," ujar Figih.
Rencananya aksi serupa akan kembali digelar warga di desa tersebut, jika tidak ada tindak lanjut dari tuntutan mereka.
Baca juga:
Satpol PP Purwakarta tutup paksa tambang galian C rawan longsor
Penambangan kapur ancam keberadaan situs purbakala Gua Pawon
Tambang pasir liar marak di Mesuji, Pemkab cuma kasih teguran
Gubernur Jabar : Cari harta jangan gadaikan keselamatan jiwa
200 Personel gabungan evakuasi belasan gurandil tertimbun longsor