Tolak bersihkan sarang semut, Sudiarta ditebas pakai pedang samurai
Tolak bersihkan sarang semut, Sudiarta ditebas pakai pedang samurai. Korban menolak saat diminta bantuan membersihkan sarang semut api. Pelaku mengaku hendak mengambil benda antik. Karena menolak, korban lantas ditebas menggunakan pedang samurai.
Hanya gara-gara hal sepele, Nengah Sudiarta (63) buruh angkut kayu ditebas pedang samurai di bagian perut hingga mengalami luka robek.
Saat itu korban sedang beristirahat usai mengangkut batang pohon kayu jati yang sudah dipotong-potong. Sambil duduk santai korban bercengkrama dengan orang tua dari Made Sumber Dana (pelaku).
Tidak lama, pelaku tiba-tiba sambil menenteng sebilah pedang samurai. Saat itu pelaku memerintahkan korban untuk membongkar sarang semut api pada tumpukan kayu jati.
"Pelaku saat itu katanya mau mengambil benda antik yang tersimpan pada pangkal kayu. Saya disuruh membersihkan sarang semut api yang menutupi pada pangkal kayu jati itu. Saya tidak mau, sarangnya banyak sekali," Tutur Sudiarta.
Begitu korban menolak, pelaku menebas. Korban yang bersimbah darah kemudian tersungkur. Syukurnya saat pelaku kembali akan menyerang, orang tua pelaku langsung mengamankan.
Akibat kejadian itu, buruh tenaga potong kayu dilarikan ke Puskesmas Dangin Tukadaya, karena mengalami luka robek cukup parah sepanjang 12 cm dengan kedalaman luka mencapai 2 cm.
Tidak terima dengan perlakuan pelaku, kendati pihak keluarga meminta penyelesaian secara kekeluargaan, Sudiarta tetap melaporkan apa yang dialaminya ke Polres Jembrana, Selasa (14/2).
"Usus nyaris keluar. Untung saya gemuk coba kalau kurus mungkin seisi perut sudah keluar," Aku korban didampingi anak-anaknya.
Sementara itu Kasat Reskrim Polres Jembrana AKP Yusak A Sooai dikonfirmasi melalui sambungan telepon membenarkan kejadian tersebut. Pelaku menurut Yusak diduga mengalami kelainan jiwa.
"Pelaku sudah kita amankan dan kita berikan obat penenang. Jika dari pemeriksaan benar ada masalah dengan kejiwaan, kita harap keluarga mau menitipkan pelaku ke RSJ Bangli. Karena sewaktu-waktu bisa saja membahayakan orang lain lagi," singkat Yusak.
Baca juga:
Mabuk tantang semua orang berantem, tukang ojek tewas ditusuk preman
Pergoki istri ditiduri lelaki lain, Yoyo langsung tikam Jamaludin
Nyawa Prada Riki berakhir di arena biliar
Duel dengan perampok, polwan di Makassar ditikam senjata tajam
Lantai indekos mahasiswi tewas ditusuk di Jakbar penuh darah