LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

TNI sudah deteksi lokasi penyanderaan WNI di Filipina

TNI juga memastikan pelaku berasal dari kelompok Al Habsyi. Salah satu faksi Abu Sayyaf.

2016-06-28 13:14:47
WNI disandera Abu Sayyaf
Advertisement

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo memastikan bahwa empat ABK Kapal TB. Charles yang di sandera oleh kelompok Abu Sayyaf beberapa waktu lalu sudah diketahui keberadaannya yakni di Pulau Zulu, Filipina. Sementara itu, tiga sandera yang lain hingga saat ini sedang dicari informasi keberadaannya.

Terkait kondisi sandera ABK Kapal TB. Charles, Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menyatakan bahwa saat ini sandera sudah berada di Jolo.

"Sementara yang dapat diketahui berjumlah empat orang dalam kondisi baik dan terpisah dengan yang tiga orang, namun perlu diverifikasi kembali," ucapnya, Senin malam (27/6).

"Pelaku pembajakan salah satunya dapat diduga dari kelompok Alhabsi, kita verifikasi dan cek terus dimana keberadaannya, termasuk uang tebusan yang diminta oleh pembajak sebesar 200 juta peso atau sekitar 55-60 miliar," kata Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.

Panglima TNI menuturkan Kapal TB. Charles yang disandera oleh kelompok Abu Sayyaf sudah melanggar moratorium yang telah disepakati.

"Untuk rute berlayar setiap kapal pengangkut batu bara dari Indonesia ke Filipina sudah diberikan jalur yang aman, namun demikian Kapal TB. Charles tersebut memotong rute yang aman yang telah ditentukan," tambahnya.

"Hingga saat ini 96 persen batu bara yang digunakan oleh Filipina berasal dari Indonesia. Terkait pengiriman batu bara ke Filipina tergantung mereka, karena harus dijamin keamanan pengirimannya, atau dikawal oleh tentara serta disiapkan rute khusus," ujar Panglima TNI.

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo juga menjelaskan, Pemerintah Indonesia telah melakukan beberapa upaya seperti adanya MoU dari ketiga negara yang menyepakati untuk melakukan patroli terkoordinasi.

"Jadi hari ini masih dilakukan pertemuan, tahapannya pertama para Menlu, kemudian apabila Menlu sudah selanjutnya dibahas di tingkat Menteri Pertahanan," pungkasnya.

Baca juga:
Menanti gerak cepat pemerintah bebaskan 7 WNI korban penyanderaan
Cerita ABK TB Charles yang lolos dari penyanderaan di Filipina
Luhut tepis tudingan politisi PDIP soal uang tebusan pembebasan WNI
Jika WNI ditawan lagi, TNI diizinkan masuk Filipina bebaskan sandera
Menlu RI sebut sandera ABK di Filipina terus dipindah oleh penculik

Advertisement
(mdk/ian)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.