LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

TNI: Kabar Penyanderaan Anggota DPRD di Papua Adalah Hoaks

Fakta di lapangan, lanjut Aidi, bahwa pada 24 Desember 2018 telah dilaksanakan misa Natal gabungan TNI-Polri dan masyarakat dihadiri beberapa orang pejabat daerah termasuk ketua PAK HAM Papua, Bapak Matius Murib di Distrik Mbua, sekaligus dilaksanakan pembagian bantuan sembako dan hadiah Natal dari TNI-Polri kepada Mas

2019-01-02 13:11:28
Papua
Advertisement

Kapendam XVII/Cendrawasih Kolonel Inf Muhammad Aidi meluruskan kabar hoaks disebar Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) di Kabupaten Nduga, Papua. Dalam siaran pers KKSB lewat Jubirnya Sabby Sambon kepada awak pers, disebut TNI-Polri menyandera rombongan ketua DPRD Nduga yang akan masuk ke Mbua Kompleks pada malam Natal.

"Ini macam bentuk propaganda-propaganda murahan lainnya digulirkan oleh pihak KKSB sebagai upaya untuk mencari pembenaran atas tindakan keji pembantaian terhadap puluhan masyarakat sipil di Distrik Yigi Kabupaten Nduga awal Desember lalu," tegas Aidi lewat keterangan tertulis diterima, Rabu (2/1).

Fakta di lapangan, lanjut Aidi, bahwa pada 24 Desember 2018 telah dilaksanakan misa Natal gabungan TNI-Polri dan masyarakat dihadiri beberapa orang pejabat daerah termasuk ketua PAK HAM Papua, Bapak Matius Murib di Distrik Mbua, sekaligus dilaksanakan pembagian bantuan sembako dan hadiah Natal dari TNI-Polri kepada Masyarakat.

Advertisement

"Saya berharap bapak Ketua I DPRD Kabupaten Nduga, Alimi Gwijangge, dan Ketua II DPRD Kabupaten Nduga Dinar Kalne yang disebut oleh Sabby Sambon sedang disandera oleh TNI-Polri mau secara jujur dan terbuka mengklarifikasi informasi ini agar tidak muncul persepsi bahwa beliau juga adalah bagian dari pembuat berita hoaks tersebut," jelas Aidi.

Hoaks propaganda dilakukan KKSB diketahui bukan hanya kali ini saja. Issue Serangan Udara dan Bom Phosphor sebelumnya, juga diarahkan kepada TNI-Polri dalam untuk membuat pembenaran seolah pengak hukum telah melakukan pelanggaran HAM terhadap masyarakat Papua pasca penembakan puluhab pekerja PT Freeport di Nduga, Papua.

"Institusi TNI-Polri adalah institusi yang sangat terbuka, 1X24 jam kami siap dihubungi untuk klarifikasi dan segala pernyataan yang saya keluarkan ke publik siap dipertanggungjawabkan," kata Aidi.

Advertisement

Reporter: M Radityo

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Anak-Anak Muda Papua Kecerdasannya Dapat Penghargaan Internasional
Pelaku Pembakaran Kantor KPU Mamberano Tengah Dibekuk Polda Papua
Tragedi Berdarah Papua di Penghujung 2018
Eks Pekerja PT Freeport Indonesia Gelar Aksi Unjuk Rasa Saat CFD
Gubernur Papua Minta TNI-Polri Ditarik dari Nduga, Ini Kata Kapolri
Gubernur Papua Minta Pasukan Ditarik dari Nduga, Ini Jawaban TNI
Sakit Usai dari Papua, Simon Tandi Cuma Diberi Rp 2,5 Juta dari PT Istaka Karya

(mdk/lia)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.