LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

TNI AL dan BBKSDA Gagalkan Penyelundupan Satwa Dilindungi di Sorong

Sinergi antara TNI AL dan BBKSDA berhasil menggagalkan upaya penyelundupan delapan satwa dilindungi di Pelabuhan Umum Sorong, termasuk burung kasturi kepala hitam dan kakatua jambul kuning.

Minggu, 17 Mei 2026 18:02:11
penyelundupan satwa sorong
Sinergi antara TNI AL dan BBKSDA berhasil menggagalkan upaya penyelundupan delapan satwa dilindungi di Pelabuhan Umum Sorong, termasuk burung kasturi kepala hitam dan kakatua jambul kuning. (AntaraNews)
Advertisement

Tim Patroli Pengamanan Pelni gabungan yang terdiri atas personel Denintel dan Polisi Militer Angkatan Laut (Pomal) Kodaeral XIV Sorong bersama Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) berhasil menggagalkan upaya penyelundupan delapan satwa dilindungi. Penangkapan ini berlangsung di Pelabuhan Umum Sorong pada Jumat (15/5), menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga kekayaan hayati Indonesia.

Komandan Kodaeral XIV Sorong, Laksamana Muda TNI Djatmoko, menyatakan bahwa tindakan ini merupakan bagian penting untuk mendukung upaya pencegahan penyelundupan satwa dilindungi dan komoditas ilegal lainnya. Sinergi aparat terkait sangat krusial dalam menegakkan hukum serta menjaga keamanan di wilayah perairan Indonesia timur.

Pengawasan terhadap aktivitas penyelundupan akan terus diperketat guna melindungi kekayaan hayati Indonesia dari perdagangan ilegal yang merugikan ekosistem. Penyelamatan satwa ini menjadi bukti nyata keseriusan pemerintah dalam memerangi kejahatan lingkungan.

Sinergi Penegakan Hukum di Perairan Timur Indonesia

Upaya penggagalan penyelundupan satwa dilindungi ini merupakan hasil kerja sama apik antara berbagai instansi penegak hukum. Tim gabungan yang terdiri dari Denintel, Pomal Kodaeral XIV Sorong, dan BBKSDA menunjukkan efektivitas koordinasi dalam operasi di lapangan. Komandan Kodaeral XIV Sorong, Laksamana Muda TNI Djatmoko, menegaskan pentingnya sinergi ini untuk menjaga keamanan laut dan melindungi sumber daya alam.

Advertisement

Wilayah perairan Indonesia timur, khususnya Sorong, seringkali menjadi jalur strategis bagi aktivitas ilegal, termasuk penyelundupan satwa. Oleh karena itu, pengetatan pengawasan dan patroli rutin menjadi langkah vital. Tindakan tegas seperti ini diharapkan dapat memberikan efek jera bagi para pelaku kejahatan lingkungan.

Pemerintah terus berkomitmen untuk memperkuat kapasitas dan koordinasi antarlembaga dalam menghadapi tantangan penyelundupan. Perlindungan terhadap satwa endemik dan dilindungi adalah prioritas nasional. Hal ini demi keberlanjutan ekosistem serta keanekaragaman hayati Indonesia yang tak ternilai harganya.

Advertisement

Kronologi Penemuan Satwa Dilindungi

Satwa-satwa dilindungi tersebut diamankan dari atas KM Gunung Dempo yang sedang sandar di Pelabuhan Umum Sorong pada Jumat (15/5). Delapan satwa yang berhasil diselamatkan terdiri atas enam ekor burung kasturi kepala hitam dan dua ekor kakatua jambul kuning. Penemuan ini menunjukkan modus operandi penyelundup yang memanfaatkan jalur transportasi laut.

Dalam pemeriksaan di dek 4 KM Gunung Dempo, petugas awalnya mengamankan seekor burung kasturi kepala hitam dari seorang penumpang. Penumpang tersebut sebelumnya telah diamankan oleh petugas keamanan kapal. Selanjutnya, lima ekor burung kasturi kepala hitam lainnya ditemukan di dek 5 kapal tanpa diketahui pemiliknya.

Sementara itu, dua ekor kakatua jambul kuning ditemukan setelah terdeteksi melalui alat pemindai sinar-X. Satwa ini dibawa oleh seorang buruh yang hendak naik ke atas kapal. Namun, pemilik satwa tersebut berhasil melarikan diri ketika petugas berupaya menangkapnya di lokasi.

Sehari sebelumnya, Kamis (14/5), patroli gabungan juga berhasil menggagalkan penyelundupan satwa dilindungi dan ratusan kilogram kayu gaharu. Penyelundupan ini juga berasal dari kapal penumpang dengan tujuan akhir Surabaya. Setelah KM Gunung Dempo melanjutkan pelayaran pada Sabtu (16/5) dini hari, seluruh satwa hasil sitaan dibawa ke Kantor Bidang KSDA Wilayah I Sorong untuk pendataan dan identifikasi jenis.

Upaya Perlindungan Kekayaan Hayati

Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) memiliki peran sentral dalam upaya konservasi satwa liar di Indonesia. BBKSDA bertugas menyelenggarakan konservasi sumber daya alam dan ekosistemnya, termasuk perlindungan satwa dilindungi. Kasus penyelundupan di Sorong ini menegaskan urgensi peran BBKSDA dalam menjaga kelestarian keanekaragaman hayati.

Pengetatan pengawasan di pelabuhan dan titik-titik rawan penyelundupan adalah langkah konkret. Hal ini untuk mencegah perdagangan ilegal satwa yang dapat mengancam populasi spesies langka. Edukasi kepada masyarakat juga penting untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya perlindungan satwa liar.

Pemerintah bersama seluruh elemen masyarakat harus terus bersinergi dalam menjaga kekayaan hayati Indonesia. Kolaborasi antara TNI AL, BBKSDA, dan instansi terkait lainnya menjadi kunci keberhasilan. Upaya ini memastikan bahwa satwa-satwa dilindungi tetap lestari di habitat aslinya.

Advertisement

Sumber: AntaraNews

Berita Terbaru
  • Satgas Gabungan Gagalkan Penyelundupan 2.253 Telur Penyu di Perbatasan Jagoi Babang
  • Kemendagri Dorong Raperdasus Pelarangan Perang Suku di Papua Pegunungan Demi Hukum Mengikat
  • Mendikdasmen Tetapkan Bahasa Inggris Wajib SD Mulai 2027, Ini Persiapannya
  • Muslimat NU Kembali Gaungkan Perdamaian Dunia kepada PBB di Harlah ke-80
  • TNI AL dan BBKSDA Gagalkan Penyelundupan Satwa Dilindungi di Sorong
  • bbksda
  • burung dilindungi
  • kakatua jambul kuning
  • kasturi kepala hitam
  • kodaeral xiv
  • konservasi satwa
  • konten ai
  • merdekaantara
  • pelabuhan sorong
  • penyelundupan satwa sorong
  • perdagangan ilegal
  • tni al
Artikel ini ditulis oleh
Editor Redaksi Merdeka
R
Reporter Redaksi Merdeka
Disclaimer

Artikel ini dihasilkan oleh AI berdasarkan data yang ada. Gunakan sebagai referensi awal dan selalu pastikan untuk memverifikasi informasi lebih lanjut sebelum mengambil keputusan.

Berita Terpopuler

Berita Terpopuler

Advertisement
Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.