TNI AD Siapkan Ribuan Pasukan Perdamaian untuk Gaza, Fokus Kesehatan dan Zeni
Dia menyampaikan TNI AD telah memulai persiapan internal dengan melatih personel yang berpotensi ditugaskan dalam misi perdamaian.
Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak telah mulai menyiapkan pasukan untuk misi perdamaian di Gaza. Penyiapan dilakukan sambil menunggu hasil koordinasi resmi dari Mabes TNI terkait kebutuhan dan karakter personel yang akan ditugaskan.
Maruli menjelaskan, proses pengiriman pasukan ke Gaza masih berjalan dan memerlukan koordinasi berjenjang. Mulai dari, pihak yang mengoordinasikan misi di Gaza hingga ke Mabes TNI dan Mabes Angkatan Darat.
"Ya, itu kan masih terus berjalan ya. Jadi kan kami menunggu dari hasil koordinasi yang mengkoordinir di Gaza. Nanti ke Mabes TNI. Mabes TNI nanti ke Mabes AD memerlukan pasukan personel yang berkarakter apa. Ini kami siapkan. Ya, begitu," kata Maruli di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (9/2).
Dia menyampaikan TNI AD telah memulai persiapan internal dengan melatih personel yang berpotensi ditugaskan dalam misi perdamaian. Fokus utama penyiapan diarahkan pada kemampuan yang relevan dengan kebutuhan kemanusiaan dan rekonstruksi di wilayah konflik.
"Sudah, sudah mulai berlatih orang-orang yang kemungkinan kan kita nanti jadi perdamaian. Jadi berarti zeni, kesehatan, yang sering, seperti itu kami siapkan," jelasnya.
8.000 Personel Siap Dikirim
Maruli belum bisa memastikan jumlah personel TNI AD yang akan dikirimkan ke Gaza sebab menunggu hasil negosiasi dan koordinasi lanjutan di tingkat Mabes TNI. Namun, dia memperkirakan ada sekitar 8.000 personel yang akan dikirim dalam satu brigade.
"Ya, bisa satu brigade, 5.000–8.000 mungkin. Tapi masih bernego semua, belum, belum pasti. Jadi enggak ada, belum ada kepastian angka sampai sekarang," tutur Maruli.
Dia menuturkan peran TNI AD saat ini terbatas pada penyiapan pasukan sesuai kebutuhan yang diminta. Sementara keputusan terkait penugasan, waktu keberangkatan, dan kepastian lokasi berada di tingkat komando yang lebih tinggi.
"Kalau kami hanya penyiapan pasukannya saja," ucap Maruli.