LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

TKI yang dihukum mati minta keluarga iklas

Satinah tetap minta berdoa yang terbaik buat semuanya, termasuk agar ibu bebas dari hukuman mati di Arab saudi

2014-02-11 21:12:01
TKI Arab Saudi
Advertisement

Putri tunggal Satinah, Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang di vonis hukuman mati di Arab Saudi, Nur Afriyani (19) mendapatkan pesan dari ibunya saat menemuinya di Arab Saudi awal Februari lalu. Satinah berpesan agar keluarganya iklas menghadapi masalah ini.

"Ibu bilang, ibu sudah iklas dan kamu juga ya," katanya di Gedung Kementrian Luar Negeri, Jalan Pejambon, Jakarta Pusat, Selasa (11/2).

Meski sudah menyatakan iklas, Satinah tetap meminta agar dirinya didoakan oleh keluarganya di Indonesia. "Ibu tetap minta berdoa yang terbaik buat semuanya, termasuk agar ibu bebas dari hukuman mati di Arab saudi," ujarnya.

Kasus Satinah sendiri bermula ketika dirinya ditetapkan sebagai pelaku pembunuhan terhadap majikan perempuannya, Nura Al Gharib di wilayah Gaseem Arab Saudi dan melakukan pencurian uang sebesar 37.970 riyal pada bulan Juni 2007. Ketika itu Satinah mengakui perbuatannya dan dipenjara di Kota Gaseem sejak 2009 dan hingga kasasi pada 2010 Satinah diganjar hukuman mati. Seharusnya Satinah divonis pada bulan Agustus 2011, akan tetapi tenggat waktu diperpanjang hingga tiga kali yaitu Desember 2011, Desember 2012 dan Juni 2013.

Sebelumnya pihak keluarga atau ahli waris korban menyatakan akan memberikan maaf asal mendapat imbalan diyat atau uang darah 10 juta riyal yang selanjutnya menjadi 7 juta riyal, dalam jangka waktu 1 tahun 2 bulan terhitung sejak 23 Oktober 2011, yaitu 14 Desember 2012.

Nasib Satinah saat ini ada di tangan ahli waris korban. Pemerintah sendiri sudah menyiapkan tawaran uang diyat sebesar 4 juta riyal. Jika diterima, maka Satinah dipastikan akan segera bebas. Namun jika ditolak, kemungkinan besar nasib Satinah akan berakhir di tangan algojo pada sekitar 3 April 2014.

Baca juga:
Putri TKI yang dihukum mati minta belas kasihan keluarga korban
Biar tak dipancung di Saudi, Satinah butuh uang darah Rp 12 M
TKI di Saudi dibebaskan dari hukuman mati dengan rajam
Tak punya biaya ke RS, TKI asal Sragen meninggal di Mekkah
Calon TKI ilegal dirayu akan dapat gaji Rp2,6 juta di Arab Saudi

(mdk/ian)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.