Tito sebut wanita jadi 'pengantin' bom agar tak dicurigai saat aksi
Tito sebut wanita jadi 'pengantin' bom agar tak dicurigai saat aksi. "Kita ingat bomnya Rajiv Gandhi, bom bunuh diri dikalungkan dengan bunga. Ternyata bunga itu adalah kabel yang merupakan bahan peledak yang mengalungkan adalah wanita," ujar dia.
Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengakui jaringan terorisme di Indonesia memakai modus baru dalam merekrut 'pengantin' bom. Untuk melakukan aksi amaliyah, kelompok radikal ini lebih memilih wanita sebagai 'pengantin' bom.
"Iya itu modus baru, mereka menggunakan wanita," kata Tito di Komplek Mabes Polri, Jakarta, Jumat (16/12).
Kendati begitu, diungkapkan dia, di beberapa negara lain 'pengantin' bom wanita sudah beberapa kali terjadi. Di antaranya di India, Suriah, Irak dan Afghanistan.
"Kita ingat bomnya Rajiv Gandhi, bom bunuh diri dikalungkan dengan bunga. Ternyata bunga itu adalah kabel yang merupakan bahan peledak yang mengalungkan adalah wanita," ujar dia.
Menurut Tito, alasan kelompok teroris merekrut wanita sebagai 'pengantin' bom lantaran sebagian besar orang tidak akan mencurigai wanita sebagai seorang teroris. Apalagi mau meledakkan diri untuk aksi amaliyah.
"Karena wanita dianggap lebih tidak mencurigakan," pungkas Tito.
Baca juga:
Polisi sebut Khafid Fatoni sebagai pembuat bom molotov di Solo
Jika tak punya data, Kapolri tegaskan Eko Patrio bisa dipidana
Polisi geledah rumah 2 terduga teroris di Solo
Kapolri ke Eko: Anda mengatakan pengalihan isu ada datanya enggak?
BNPT sosialisasikan penanganan terorisme di sekolah internasional
Kapolri soal tudingan teroris pengalihan isu: Polri bukan sutradara!
Kapolri Tito: Kalau kasus teroris rekayasa saya siap dicopot!