Polisi sebut Khafid Fatoni sebagai pembuat bom molotov di Solo
Merdeka.com - Kepolisian Resor Kota (Polresta) Solo, menggeledah rumah dua terduga teroris di Banyuanyar, Banjarsari, Solo, hari ini. Dari rumah Sunarto (26) di Kampung Tempel RT05/RW07 dan rumah Imam Syafi'i (33) di Kampung Dukuh RT 03 RW 06, Perumahan Syariah, Kelurahan Banyuanyar, Kecamatan Banjarsari, polisi mengamankan sejumlah barang bukti.
Imam Syafi'i dan Sunarto diduga terlibat dalam aksi teror bom molotov di minimarket Alfamart, Serengan, Solo, 5 November dan Candi Resto, Solo Baru, Grogol, Sukoharjo, pada 3 Desember lalu. Polisi menduga, saat melakukan pelemparan bom molotov di Alfamart Serengan, Imam Syafi'i ditemani Khafid Fatoni.
Selanjutnya, Khafid Fatoni bersama Sunarto melakukan pelemparan bom molotov di Candi Resto, Solo Baru, Grogol, Sukoharjo, pada 3 Desember lalu. Khalid sendiri telah ditangkap oleh Densus 88 di Desa Walikukun, Kecamatan Widodaren, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur.
"Jadi Imam Syafi'i dan Sunarto ini melakukan pelemparan bom molotov di dua tempat berbeda, di Alfamart Serengan dan Candi Resto bersama Khafid Fatoni," ujar Kasatreskrim Polresta Solo, Kompol Agus Puryadi, Jumat (16/12) siang.
Agus menambahkan, dalam kedua aksi tersebut Khafid Fatoni berperan sebagai joki sekaligus peracik bom molotov. Imam Syafi'i dan Sunarto telah diringkus aparat Densus 88 pada (14/12) sore lalu.
(mdk/lia)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya