Tipu Calon Pengantin, WO Bawa Kabur Duit Rp2,4 Miliar
Dugaan penipuan wedding organizer mencuat. Sekitar 140 korban mengaku merugi hingga Rp2,4 miliar dan berencana melaporkan kasus tersebut ke polisi.
Dugaan penipuan yang melibatkan pemilik Darmawangsa Wedding Organizer (WO) berinisial SCR mencuat setelah puluhan calon pengantin mengaku mengalami kerugian.
Jumlah korban diperkirakan mencapai 140 orang dengan total kerugian sekitar Rp2,4 miliar.
Salah satu korban, Sunsun Nugraha Sidik, mengatakan pernikahannya yang dijadwalkan berlangsung pada 21 Juni 2026 terancam gagal terlaksana. Ia mengaku pihak wedding organizer tidak menunaikan kewajiban pembayaran kepada sejumlah vendor yang sebelumnya dijanjikan.
"Sudah terjadi adanya penipuan terkait pelaksanaan pernikahan mereka yang tidak terlaksana karena tidak adanya pembayaran dari WO tersebut ke vendor-vendor yang sudah dijanjikan," kata Sunsun saat dikonfirmasi, Minggu (7/6/2026).
Menurut dia, ketertarikannya menggunakan jasa WO tersebut berawal dari penawaran paket pernikahan dengan harga yang dianggap lebih murah dibandingkan penyedia jasa lain. Sunsun mengaku telah mentransfer dana sekitar Rp70 juta kepada pihak WO.
"Awal modusnya itu dia mengiming-imingi terkait paket yang memang cukup murah dan cukup menggiurkan untuk para calon pengantin," ujarnya.
Vendor Belum Dibayar, Pernikahan Terancam Gagal
Sunsun menyebut hingga kini pihak WO sulit dihubungi. Meski demikian, para korban masih membuka ruang penyelesaian secara damai apabila pihak penyelenggara bersedia memberikan penjelasan dan pertanggungjawaban.
"Dari saya pribadi, dari calon pengantin yang lain dan mungkin dari vendor, kami masih membuka peluang untuk bermediasi dengan kita," katanya.
Ia menambahkan, sejumlah korban telah mendatangi Polda Jawa Barat pada Sabtu (6/6/2026) untuk membuat laporan polisi. Namun, proses pelaporan masih menunggu kelengkapan dokumen pendukung dan dijadwalkan dilanjutkan pada Senin (8/6/2026).
"Rencananya besok akan dilengkapi," ujar Sunsun.
Korban Lain Mengaku Sulit Berkomunikasi
Keluhan serupa disampaikan korban lainnya, Bisri. Ia mengaku minim mendapatkan komunikasi maupun pembahasan teknis terkait persiapan pernikahannya yang dijadwalkan berlangsung pada 14 November 2026.
"Untuk meeting pun kita masih terbilang masih sedikit karena memang pertama kali meeting itu di bulan Januari. Itu meeting pertama banget untuk konsep secara kasar. Setelah itu tidak pernah ada meeting," kata Bisri.
Menurut dia, berbagai keluhan juga bermunculan di media sosial yang menuding pihak WO membawa kabur dana milik calon pengantin.
"Udah banyak juga di sosial medianya, banyak yang komen bahwa memang yang bersangkutan telah membawa kabur uang-uang dari calon pengantin," ujarnya.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat Kombes Hendra Rochmawan mempersilakan masyarakat yang merasa dirugikan untuk melapor kepada kepolisian.
"Silahkan melapor," kata Hendra.
Ia memastikan setiap laporan yang masuk akan ditindaklanjuti sesuai prosedur yang berlaku.