Tim SAR Temukan Bangkai Helikopter Hilang Kontak di Hutan Mentewe Kalsel, Ada Korban Meninggal Dunia
Jasad lain kemungkinan di dalam helikopter namun masih didalami oleh tim di lapangan.
Tim SAR gabungan menemukan bangkai Helikopter Tipe BK117 D3 milik Estindo Air pada hari ketiga di kawasan hutan sekitar Air Terjun Mandin Damar, Kecamatan Mentewe, Kabupaten Tanah Bumbu, Provinsi Kalimantan Selatan, pada Rabu (3/9) sekitar pukul 14.45 WITA.
Direktur Operasi Basarnas Laksamana Bramantyo di Banjarbaru, Rabu (3/9) malam, dalam konferensi pers mengatakan korban pertama ditemukan sekitar pukul 15.53 WITA 100 meter dari bangkai helikopter, dan jasad lain kemungkinan di dalam helikopter namun masih didalami oleh tim di lapangan. Demikian dikutip dari Antara.
Lima Tim SAR Disebar Cari Helikopter Hilang di Tanah Bumbu
Tim SAR gabungan dari unsur udara dan darat membagi lima Search and Rescue Unit (SRU) udara dan darat untuk operasi pencarian hari ketiga terhadap helikopter tipe BK117 D3 yang hilang kontak di sekitar Air Terjun Mandin Damar, Mentewe, Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan (Kalsel).
SRU Tim SAR gabungan di Posko 2 Desa Gunung Raya, Tanah Bumbu, Rabu (3/9) sebagaimana diberitakan Antara, terlebih dahulu melaksanakan briefing untuk melanjutkan pencarian hari ketiga di kawasan Hutan Mentewe.
Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor SAR Banjarmasin Arianto mengatakan tim SAR darat sebelum melaksanakan penyisiran terlebih dahulu pemasangan ripiter untuk mendukung komunikasi melalui radio di lapangan.
Tim SAR gabungan darat dan udara melakukan penyisiran pada area pencarian di kawasan Hutan Mentewe dengan luas area 100 Nautical Miles (NM) persegi. Mereka terbagi atas dua SRU udara dan tiga SRU darat.
SRU udara 1, Helikopter AW-119 MK II KOALA/PK-USM dengan rute Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Airport Balikpapan melakukan pencarian dengan luas area 10 NM persegi dengan metode paralel A pada koordinat 3° 6'33.02"S - 115°38'45.14"E B. 3° 4'30.27"S 115°34'26.81"E C. 3° 2'55.94"S - 115°35'10.28"E D. 3° 4'54.51"S - 115°39'28.85"E ketinggian 3000FT (500FT dari perbukitan).
SRU udara 2, Helikopter EC135 T3H/PK-AMM dengan rute Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Airport Balikpapan melakukan pencarian dengan metode sector search pada koordinat titik 1 di 3° 8'59.54"S - 115°36'24.28"E TITIK 2. 3° 1'36.12"S - 115°39'42.45"E.
Sedangkan tiga SRU darat menyisir lokasi dengan koordinasi terpusat di Posko 2 Desa Gunung Raya, Mentewe.
SRU darat melibatkan 80 personel terdiri atas 70 orang masuk ke hutan, sedangkan 10 orang lagi bersiaga di posko untuk mendukung bantuan logistik.
Personel SRU darat terdiri atas personel Basarnas, Batalyon 828 Tanah Bumbu, Lanud Syamsudin Noor Banjarbaru, Brimob Polda Kalsel, Samapta Polda Kalsel, BPBD Kalsel, BPBD Tanah Bumbu, pemerintah daerah, unsur relawan SAR lain serta masyarakat setempat.
Sesuai standar operasional prosedur pencarian, tim SAR menetapkan status tanggap darurat selama tujuh hari terhitung dari informasi hilang pada Senin (1/9).
Helikopter Tipe BK117 D3 milik Estindo Air mengalami hilang kontak saat terbang di sekitar Mentewe, Tanah Bumbu, pada Senin (1/9) sekitar pukul 08.54 WITA.
Helikopter tersebut membawa delapan orang, terdiri atas seorang pilot, seorang engineer, dan enam penumpang, yakni Capt. Haryanto, Eng Hendra, Mark Werren, Yudi Febrian, Andys Rissa Pasulu, Santha Kumar, Claudine Quito, dan Iboy Irfan Rosa.
Helikopter dengan rute penerbangan dari Kotabaru (Kalsel) menuju Palangka Raya (Kalimantan Tengah) itu sebelumnya dilaporkan Kantor SAR Banjarmasin diperkirakan jatuh di sekitaran Air Terjun Mandin Damar, Kecamatan Mentewe, Kabupaten Tanah Bumbu.
Helikopter lepas landas dari Bandara Syamsir Alam, Kabupaten Kotabaru, pada Senin (1/9) sekitar pukul 08.46 WITA dengan perkiraan tiba di Bandara Palangka Raya pukul 10.15 WITA.
Namun, heli tersebut kontak terakhir tercatat pada pukul 08.54 WITA, sebelum pesawat tidak lagi dapat dihubungi AirNav dari Kotabaru, Banjarmasin, Balikpapan maupun Kota Palangka Raya dan kemudian laporan hilang kontak diterima pukul 12.02 WITA.