Tim DVI ambil sampel DNA 238 bagian tubuh dari 48 kantong jenazah
Untuk data antemortem yang diterima dari keluarga sebagian di antaranya ganda alias dobel. Setelah disisir, total ada 189 laporan dan data dari keluarga korban.
Kepala RS Polri Kombes Musyafak mengatakan, pihak RS Bhayangkara Polri hingga Kamis (1/11) pagi, telah menerima 56 kantong jenazah dari posko Tanjung Priok. Menurut Musyafak, tim DVI telah mengambil 238 sampel DNA bagian tubuh dari 48 kantong jenazah yang diterima hari kemarin.
"Dari 48 kemarin yang kita dapat, ambil sampel DNA 238 bagian tubuh," kata Musyafak di RS Bayangkara Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Kamis (1/11).
Dia menambahkan, untuk data antemortem yang diterima dari keluarga sebagian di antaranya ganda alias dobel. Setelah disisir, total ada 189 laporan dan data dari keluarga korban.
"Total keluarga yang melapor ke kami berjumlah 212 yang mana kemarin baru 191. 212 yang melapor dan ternyata ada yang dobel. Jadi ada 189 yang pasti," ujar dia.
Hanya saja, baru 152 keluarga yang sudah diambil sampel DNA. RS Bhayangkara Polri Kramat Jati masih menunggu 37 anggota keluarga lagi untuk datang dan diambil sampel DNA-nya.
"Belum dapat kita ambil sampelnya karena pas labfor tidak mengajak orangtua korban atau anak korban," kata Musyafak.
Reporter: Nanda Perdana Putra
Sumber: Liputan6.com
Baca juga:
Bareskrim panggil caleg PAN Mustofa Nahra terkait hoaks Lion Air
Kesaksian Sertu Hendra, penyelam TNI AL temukan black box Lion Air di dasar laut
Black box Lion Air JT-610 ditemukan di kedalaman 30 meter
Tangisan keluarga warnai kedatangan jenazah korban Lion Air JT-610 di rumah duka
Tim SAR turunkan ROV dan 858 penyelam di titik sinyal black box
TNI AL temukan badan pesawat Lion Air JT-610
Tim SAR temukan black box Lion Air yang jatuh