LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Tim Cagar Budaya Desak Wali Kota Malang Tangkap Pelaku Vandalisme di Jembatan

"Intinya menangkap dan memberikan hukuman supaya memberikan efek jera pada pelaku vandalisme yang lainnya terutama di bangunan cagar budaya," kata Agung H Buana

2019-05-02 18:28:32
Vandalisme
Advertisement

Tim Cagar Budaya Kota Malang mendesak Wali Kota Sutiaji menindak tegas pelaku vandalisme di jembatan heritage. Surat berisi desakan itu sudah dikirimkan kepada Sutiaji.

"Intinya menangkap dan memberikan hukuman supaya memberikan efek jera pada pelaku vandalisme yang lainnya terutama di bangunan cagar budaya," kata Agung H Buana, Sekretaris Tim Cagar Budaya Kota Malang, Kamis (2/5).

Sekelompok orang melakukan aksi vandalisme di Jembatan Splindid, Jalan Majapahit Kota Malang. Aksi terjadi saat peringatan May Day kemarin. Pelaku menuliskan kalimat 'Tolak Upah Murah' di jembatan warisan zaman Belanda itu. Selain itu, massa juga mencoret-coret dengan gambar dan tulisan tertentu.

Advertisement

©2019 Merdeka.com/Darmadi Sasongko

Berdasarkan rekaman yang beredar, pelaku berpakaian serba hitam membawa bendera logo Anarko Sindikalisme. "Tidak hanya dilakukan di kota Malang, tapi Bandung, Surabaya, Jakarta. Mereka punya jalur komunikasi melakukan aksi secara masif dan bersama-sama," ujarnya.

Advertisement

Agung menuturkan, jembatan tersebut sangat vital dari sudut heritage. Jembatan tersebut dibangun Belanda pada tahun 1910-an dan telah ditetapkan sebagai cagar budaya Kota Malang.

Komunitas Arek Malang melakukan pengecatan jembatan yang menjadi sasaran vandalisme kemarin. Mereka melakukan pengecatan jembatan dan sekitarnya sesuai dengan warna semula.

"Masyarakat Kota Malang tidak rela kalau kotanya dicoret-coret dan mereka menyadari keindahan kota," terangnya.

©2019 Merdeka.com/Darmadi Sasongko

Wali Kota Malang, Sutiaji mengutuk keras tindakan vandalisme yang banyak ditemukan di kotanya. Pihaknya mengajak masyarakat ikut melawan setiap tindakan vandalisme, apalagi di situs cagar budaya.

"Ini harus kita perangi, apalagi kalimat-kalimatnya kalau menuju ke arah SARA, menuju disintegrasi bangsa, sangat kita sayangkan. Kita mengecam," katanya.

Sutiaji mengaku telah menyaksikan video viral tindakan vandalisme tersebut. Tindakan tersebut dinilai merugikan bagi kota Malang yang sedang mempersiapkan Kota Malang sebagai wisata heritage.

"Kemarin sudah melihat videonya. Tindakan itu tidak mendukung Kota Malang sebagai kota heritage. Saya kira bukan bangunan cagar budaya saja, tindakan vandalism itu akan menjadi Kota Malang menjadi kurang baik," terangnya.

Sementara itu, aksi vandalisme juga ditemukan di Toko Avia yang juga termasuk bangunan cagar budaya. Tembok toko di Jalan Basuki Rahmad Kota Malang penuh dengan tulisan dan lambang tertentu, di antaranya yang masih terbaca BKYC.

Baca juga:
Moeldoko Minta Polisi Cari Dalang di Balik Aksi Vandalisme saat May Day
Polisi Bentuk Tim Khusus Buru Anarko Sindikalisme Rusak Halte Tosari
Ratusan Orang Diduga Terlibat Aksi Vandalisme di Bandung Digunduli Polisi
Emil Sebut Pelajar Diamankan Saat Hari Buruh Permalukan Orang Tua
Usut Perusakan Pagar Halte TransJakarta, Polisi akan Periksa Koordinator Buruh
Polisi Penganiaya Jurnalis di Bandung Saat May Day Diperiksa Propam Polda Jabar

(mdk/ray)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.