LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Tim Anti Bandit tangkap 2 jambret dan 3 pengguna narkoba

Tim yang dikomandoi langsung oleh Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Shinto Silitonga ini, siap bekerja 24 jam penuh mencegah terjadinya tindak kejahatan jalanan, khususnya kasus 3C (curat, curas dan curanmor).

2017-02-26 09:52:00
Kriminal
Advertisement

Satreskrim Polrestabes Surabaya, Jawa Timur memperkenalkan Tim Anti Bandit, Sabtu (25/2) malam. Dalam aksi perdananya dengan menggunakan seragam khusus, mereka berhasil membekuk dua pelaku jambret dan tiga pengguna narkoba.

Meski sejak awal kelahirannya, 3 Febuari, tim ini sudah beberapa kali menangkap pelaku-pelaku kejahatan di Kota Pahlawan, mereka menganggap perlu mensosialisasikan kehadirannya di tengah-tengah masyarakat.

Tim yang dikomandoi langsung oleh Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Shinto Silitonga ini, siap bekerja 24 jam penuh mencegah terjadinya tindak kejahatan jalanan, khususnya kasus 3C (curat, curas dan curanmor).

"Kasus kejahatan jalanan di Kota Surabaya ini masih tinggi, mencapai sekitar 32,9 persen. Untuk itu kami (Tim Anti Bandit) hadir untuk mengawal dan memberi rasa aman masyarakat terhadap tindak kejahatan di Kota Surabaya ini," terang Shinto.

Tim Anti Bandit, lanjut dia, memang sudah beberapa kali melakukan penangkapan terhadap para pelaku sejak mulai dibentuk.

"Tapi kami juga perlu mensosialisasikannya ke masyarakat. Di samping itu, agar mereka juga tahu wilayah-wilayah mana saja di Kota Surabaya ini yang rawan kejahatan dan bisa berlaku hati-hati dan waspada," sambungnya.

Sementara launching Tim Anti Bandit sendiri, dilakukan dengan melakukan operasi dan penyisiran kawasan rawan kejahatan. Yang kali pertama disinggahi tim berseragam merah dengan rompi bertuliskan: Tim Anti Bandit ini adalah kawasan pintu masuk Jembatan Suramadu.

Di kawasan ini, 24 anggota Tim Anti Bandit menangkap dua pelaku jambret yang tengah beraksi di perempatan Tuwowo, Kenjeran. Dua pelaku itu adalah Solikin (18), warga Sidodadi dan Hidayat (18), warga Sidonipah.

Usai merampas tas milik korban, keduanya kabur dan dikejar petugas dan warga hingga di Jalan Sidoyoso Kali, sebelum akhirnya tertangkap.

Selanjutnya, tim yang dilengkapi senjata laras panjang ini menyisir Jalan Kusuma Bangsa. Di tempat ini, mereka mendapati sekolompok anak muda mencurigakan. Untuk mencegah timbulnya kejahatan, Tim Anti Bandit tidak hanya membubarkan, tapi juga melakukan penggeledahan.

Masih di tempat sama, mereka juga menghentikan kendaraan-kendaraan yang dianggap mencurigakan. Alhasil, Tim Anti Bandit mendapati anak muda berkendara yang membawa pil koplo jenis Yakusa. Tersangka mengaku baru membelinya di daerah Tambaksari.

Berlanjut di derah Undaan. Tim Anti Bandit juga merazia sejumlah kendaraan. Namun di tempat ini, hasilnya nihil. Petugas kemudian melanjutkan penyisiran ke kawasan MERR (Middle East Ring Road).

Di tengah perjalanan, tepatnya di Jalan Panjang Jiwo, petugas mendapati sekelompok anak muda tengah kongkow di pinggir jalan raya. Yang mencurigakan petugas, mereka tiba- tiba lari dan memacu kendaraannya kencang-kencang.

Meski sebagian lolos, dua orang berhasil ditangkap. Salah satunya sempat berontak. Setelah susah payah dan berjibaku dengan tersangka, petugas menemukan satu paket pil koplo jenis Doble L di saku celana tersangka.

Patroli mobile Tim Anti Bandit ini diakhiri dengan operasi statis di sekitar Jembatan MERR sekira pukul 02.00 WIB.

"Sejak hari ini, kami akan melakukan patroli rutin. Khususnya pada malam hingga menjelang pagi. Dari hasil operasi awal ini, mulai sejak pukul 22.00 WIB kita stop sampai dengan mendekati pukul 02.00 WIB," terang Shinto usai operasi.

Hasil yang kita dapati adalah, dua pelaku jambret di perempatan Tuwowo dan tiga orang yang berusia antara 17 sampai 18 tahun. "Tiga orang ini masih teritung pemuda, pelajar usia 17 sampai 18 tahun. Mereka kita tangkap dan mengamankan barang buktinya," tandas Shinto.

Baca juga:
Bareskrim Polri bongkar peredaran pupuk palsu
Polrestabes Surabaya ungkap 112 kasus kejahatan dalam 12 hari
Polisi mogok tugas, pembunuhan merajalela di kota Brazil
Turun taksi, barang bawaan bule Australia dibawa kabur sopir di Bali
Pria ini digerebek orangtua pacar karena larikan anak di bawah umur

(mdk/hrs)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.