Tiga pendaki asal Jakarta tersambar petir di Gunung Sindoro
Ketiga pendaki tersebut mengalami luka bakar serius akibat sambaran petir.
Tiga orang pendaki gunung asal Jakarta tersambar petir di Gunung Sindoro, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Ketiga pendaki tersebut mengalami luka bakar serius akibat sambaran petir.
Kasi Kesiapsiagaan dan Penanggulangan Bencana BPBD Kabupaten Temanggung, Gito Walngadi mengatakan ketiga korban tersebut Jafar Amir, Ferdian F, dan Doddy A anggota pecinta alam Wanapac dari Cilandak, Jakarta. Ketiga pendaki itu tersambar petir saat turun gunung pada Sabtu (8/2) malam.
"Saat ini ketiga korban telah berhasil dievakuasi dan mendapat perawatan di Rumah Sakit Kristen Ngesti Waluyo Parakan, Kabupaten Temanggung," ujar Gito seperti dikutip Antara, Minggu (9/2).
Awalnya, Gito mengungkapkan rombongan pendaki yang berjumlah empat orang naik ke Gunung Sindoro pada Sabtu sekitar pukul 17.00 WIB. Mereka naik gunung melalui jalur pendakian Kledung. Lalu, pukul 21.00 WIB mereka sampai di pos empat dengan kondisi cuaca buruk, hujan deras disertai petir.
Kemudian, keempat pendaki tersebut memutuskan tidak melanjutkan perjalanan ke puncak dan turun ke pos tiga. Namun, saat hendak berjalan turun mereka tersambar petir.
"Saat perjalanan turun gunung dari pos empat menuju pos tiga, mereka tersambar petir. Tiga pendaki mengalami luka bakar, sedangkan satu pendaki, yakni Nuriansyah selamat," kata dia.
Dia mengatakan sejumlah anggota SAR, BPBD, dan Kelompok Pecinta Alam Grasindo Temanggung berusaha mengevakuasi para korban dan baru sampai bawah pada Minggu pagi. Setelah itu korban langsung dibawa ke rumah sakit.
Dari ketiga korban tersebut, Jafar Amir mengalami luka paling parah yaitu luka bakar di bagian dada dan pangkal paha kiri. "Sehingga tidak bisa berjalan dan harus ditandu," pungkas dia.
Baca juga:
Hipotermia, mahasiswi Unissula meninggal di Gunung Merbabu
Kisah para pendaki yang dijemput maut di gunung
4 Fakta mahasiswa IISIP meninggal di Gunung Salak
Tim SAR selamatkan dua pendaki Atmajaya kena longsor Merapi
Caterva IISIP: Helmy meninggal bukan karena kekerasan senior