Tiga Nelayan Hilang Kontak di Perairan Pulau Banawayya, Basarnas Kerahkan KN SAR Kamajaya
Tiga nelayan dilaporkan hilang kontak di perairan Pulau Banawayya, Pangkep, Sulawesi Selatan, setelah melaut pada Rabu (7/1/2025). Basarnas Makassar segera mengerahkan tim untuk mencari para nelayan hilang kontak tersebut.
Tiga orang nelayan dilaporkan hilang kontak di perairan Pulau Banawayya, Kecamatan Liukang, Kabupaten Pangkajene Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan. Peristiwa ini terjadi setelah mereka melaut mencari ikan menggunakan kapal Jolloro pada Rabu (7/1/2025) pagi. Keluarga korban melaporkan kehilangan ini kepada Basarnas setelah para nelayan tak kunjung kembali.
Kantor Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Makassar segera merespons laporan tersebut dengan mengerahkan KN SAR Kamajaya 104. Tim SAR akan melakukan pencarian intensif di lokasi kejadian yang diduga menjadi tempat kecelakaan kapal. Cuaca buruk di perairan setempat menjadi salah satu faktor yang diperhitungkan dalam operasi pencarian ini.
Korban yang belum kembali diketahui bernama Jumadi (31), Rudi (26), dan Mursalin (38). Mereka berangkat melaut dengan kapal Sansel United JB 2023. Hingga Jumat (9/1/2026), keberadaan ketiga nelayan ini masih menjadi misteri, memicu kekhawatiran dari pihak keluarga dan tim penyelamat.
Kronologi Hilangnya Nelayan
Tiga nelayan asal Pangkep, Sulawesi Selatan, memulai aktivitas melaut mereka pada Rabu (7/1/2025) pagi. Mereka menggunakan kapal Jolloro jenis Sansel United JB 2023 untuk mencari ikan di sekitar perairan Pulau Banawayya. Keberangkatan ini merupakan rutinitas mereka sebagai nelayan.
Menurut Kepala Seksi Operasi Kantor Basarnas Makassar, Andi Sultan, para nelayan tersebut seharusnya sudah kembali sekitar pukul 07.00 WITA. Namun, hingga waktu yang ditentukan, mereka tidak kunjung pulang ke daratan. Situasi ini kemudian menimbulkan kekhawatiran serius dari pihak keluarga.
Kondisi cuaca di perairan Pulau Banawayya saat itu dilaporkan sedang tidak bersahabat, dengan ombak yang cukup besar. Meskipun demikian, para nelayan tetap memutuskan untuk melaut, mungkin karena tuntutan pekerjaan mereka. Faktor cuaca buruk ini menjadi perhatian utama dalam dugaan penyebab kecelakaan.
Operasi Pencarian dan Penyelamatan Basarnas
Setelah menerima laporan mengenai nelayan hilang kontak, Basarnas Makassar langsung bertindak cepat. Kantor Basarnas Makassar segera mengerahkan tim penyelamat beserta KN SAR Kamajaya 104. Kapal ini dilengkapi dengan peralatan canggih untuk mendukung operasi pencarian di laut.
Andi Sultan menjelaskan bahwa tim telah melakukan pemantauan ke SROP Makassar dan SROP Selayar sebelum memberangkatkan personel. Langkah ini bertujuan untuk mengumpulkan informasi awal dan koordinasi yang diperlukan. KN Kamajaya akan berlabuh di sekitar Pulau Jampea, Kabupaten Selayar, sebagai posko sementara operasi SAR.
Basarnas juga telah menginformasikan kepada kapal-kapal yang melintas di sekitar lokasi kejadian untuk turut melakukan pemantauan. Mereka diharapkan dapat melaporkan jika menemukan tanda-tanda keberadaan korban atau puing-puing kapal. Koordinasi dengan berbagai pihak sangat penting untuk memperluas area pencarian.
Pencarian difokuskan di area perairan Pulau Banawayya, yang diduga menjadi lokasi terdamparnya kapal. Tim SAR berharap dapat segera menemukan ketiga nelayan tersebut dalam keadaan selamat. Upaya maksimal terus dilakukan mengingat kondisi cuaca yang tidak menentu di laut.
Identitas Korban dan Harapan Keluarga
Tiga nelayan yang dilaporkan hilang kontak adalah Jumadi (31), Rudi (26), dan Mursalin (38). Ketiganya merupakan warga setempat yang sehari-hari menggantungkan hidup dari hasil melaut. Hilangnya mereka menciptakan kecemasan mendalam bagi keluarga dan kerabat di daratan.
Pihak keluarga telah melaporkan insiden ini kepada Basarnas, berharap agar operasi pencarian dapat segera membuahkan hasil. Mereka sangat menantikan kabar baik mengenai keberadaan anggota keluarga mereka. Dukungan moral juga diberikan kepada tim SAR yang berjuang di lapangan.
Meskipun kondisi perairan sedang buruk, harapan untuk menemukan para nelayan dalam keadaan selamat tetap tinggi. Masyarakat sekitar juga turut mendoakan agar proses pencarian berjalan lancar. Semua pihak berharap agar ketiga nelayan ini dapat segera ditemukan dan berkumpul kembali dengan keluarga.
Sumber: AntaraNews