Tiga Mahasiswa Asing Fapet UGM Berprestasi Perkuat Reputasi Global Universitas
Tiga mahasiswa asing berprestasi dari Fapet UGM sukses meraih gelar pascasarjana, memperkuat reputasi global universitas dan berkontribusi pada pengembangan peternakan dunia. Simak kisah inspiratif mereka!
Yogyakarta, 25 April 2026 – Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali menorehkan prestasi di kancah internasional melalui lulusan-lulusan unggulnya. Tiga mahasiswa asing dari Fakultas Peternakan (Fapet) UGM berhasil menyelesaikan studi pascasarjana mereka dengan capaian gemilang, menegaskan komitmen UGM dalam menghasilkan ilmuwan berkelas dunia.
Ketiga lulusan ini diwisuda pada 23 April 2026, dan kehadiran mereka diyakini mampu memperkuat reputasi global perguruan tinggi terkemuka di Yogyakarta tersebut. Prestasi akademik yang luar biasa serta kontribusi riset yang relevan menjadi sorotan utama dalam pencapaian mereka.
Dekan Fapet UGM, Prof. Budi Guntoro, menyatakan bahwa keberadaan mahasiswa internasional ini menjadi indikator kuatnya reputasi fakultas dalam pendidikan dan riset peternakan. Kolaborasi lintas negara yang terbentuk melalui proses pendidikan diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan sektor peternakan di berbagai belahan dunia.
Kontribusi Mahasiswa Internasional untuk Reputasi Global
Kehadiran mahasiswa internasional di Fapet UGM tidak hanya memperkaya lingkungan akademik, tetapi juga menjadi bukti pengakuan global terhadap kualitas pendidikan di Indonesia. Prof. Budi Guntoro menekankan bahwa Fapet UGM tidak hanya mencetak lulusan unggul di tingkat nasional, melainkan juga berkontribusi dalam melahirkan ilmuwan berkelas dunia.
Para lulusan ini membawa perspektif global dan dampak nyata bagi masyarakat internasional melalui riset dan inovasi. Kolaborasi yang terjalin selama studi diharapkan terus berlanjut dan menghasilkan solusi-solusi inovatif untuk tantangan peternakan global.
Program beasiswa penuh, seperti Faculty of Animal Science International Fellowship Program 2023, menjadi salah satu pendorong utama bagi mahasiswa asing berprestasi untuk memilih Fapet UGM. Dukungan ini memungkinkan mereka fokus pada studi dan riset, menghasilkan karya ilmiah yang diakui secara internasional.
Kisah Sukses Doktor Vietnam dan Magister Tanzania
Tiga lulusan internasional yang dimaksud adalah dua doktor asal Vietnam, Nguyen Hoang Qui dan Nguyen Thi Anh Thu, serta satu lulusan magister asal Tanzania, Mathew Mgogo. Nguyen Hoang Qui dan Nguyen Thi Anh Thu berhasil menyelesaikan studi doktoral mereka dalam waktu relatif singkat, sekitar tiga tahun.
Keduanya meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sempurna 4,00 dengan predikat pujian, menunjukkan dedikasi dan kecerdasan akademik yang luar biasa. Mereka juga aktif mempublikasikan hasil risetnya di jurnal internasional bereputasi, memberikan kontribusi signifikan pada ilmu pengetahuan.
Mathew Mgogo, lulusan magister dari Tanzania, menyelesaikan programnya dalam waktu 1,5 tahun dengan IPK 3,97. Ketiga mahasiswa ini membuktikan bahwa dengan ketekunan dan dukungan akademik yang baik, tantangan studi dapat diatasi untuk meraih kesuksesan.
Dampak Riset dan Pengalaman Multikultural
Disertasi Nguyen Hoang Qui berfokus pada daya saing peternak babi skala kecil di Delta Mekong, Vietnam, sementara Nguyen Thi Anh Thu meneliti pengaruh manajemen biosekuriti terhadap keberlanjutan ekonomi peternakan babi rakyat di wilayah yang sama. Riset mereka sangat relevan untuk pengembangan sektor peternakan di negara asalnya.
Nguyen Hoang Qui mengakui perjalanan studinya penuh tantangan, namun ketekunan dan tekad kuat menjadi kunci keberhasilan. “Tidak mudah menjalani studi. Namun, berkat ketekunan dan tekad yang kuat akhirnya selesai sudah perjuangan kami,” ujarnya.
Sementara itu, penelitian Mathew Mgogo mengkaji keragaman genetik dan hubungan filogenetik tujuh bangsa kambing perah di Yogyakarta dan Jawa Tengah. Mathew merasakan keseimbangan antara pembelajaran teoretis dan praktis di UGM, serta integrasi nilai-nilai budaya yang memperkaya perspektifnya sebagai peneliti.
Mathew berencana memanfaatkan ilmu genetika dan pemuliaan ternak yang diperolehnya untuk meningkatkan produktivitas ternak serta mendukung kebijakan berbasis ilmiah di negaranya. Ia juga mengapresiasi dukungan akademik di Fapet UGM, mulai dari dosen profesional, tenaga kependidikan responsif, hingga lingkungan pertemanan yang membantu adaptasi mahasiswa asing.
Sumber: AntaraNews