Tidak Cukup dengan Imbauan, Perlu Upaya Konkret Atasi Corona di Kaltim
Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Provinsi Kalimantan Timur menilai, untuk memutus sebaran Covid-19 di sana tidak cukup hanya imbauan namun perlu tindakan konkret. Hal ini karena kasus positif corona sampai hari ini tembus 105 kasus.
Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Provinsi Kalimantan Timur menilai, untuk memutus sebaran Covid-19 di sana tidak cukup hanya imbauan namun perlu tindakan konkret. Hal ini karena kasus positif corona sampai hari ini tembus 105 kasus.
Meski sudah lebih dari 100 kasus, aktivitas warga seperti di Samarinda, masih ramai hampir setiap hari. Gugus tugas tidak menampik kondisi di lapangan seperti itu.
"Kami menyatakan perlu upaya konkret. Imbauan tidak cukup," kata Juru Bicara Percepatan Penanganan Covid-19 Kaltim Andi M Ishak saat konferensi pers, Minggu (26/4).
Tujuan dari upaya konkret itu, lanjut Andi, nantinya akan memaksa orang untuk mematuhi protokol kesehatan, guna memutus mata rantai sebaran Covid-19.
"Harus ditingkatkan dulu dengan status PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar)," ujar Andi.
Dari 105 kasus, kota Balikpapan sebagai daerah terjadinya transmisi lokal penularan Covid-19, mencatat kasus terkonfirmasi positif paling banyak 27 kasus. Disusul Kota Samarinda 15 kasus dan Penajam Paser Utara 14 kasus. Meski demikian, Kota Balikpapan belum mengajukan PSBB sampai hari ini.
"Tapi sebenarnya, kita sudah lakukan prinsip PSBB. Seperti bekerja dari rumah, belajar dari rumah. Sebenarnya, edaran Gubernur sudah jelas, untuk bisa laksanakan prinsip PSBB meski belum ditetapkan PSBB," sebut Andi.
Andi juga menggarisbawahi, diperlukan upaya konkret itu bukan tanpa alasan. Mengingat, 12 persen dari 105 kasus terkonfirmasi positif, ditularkan oleh orang tanpa gejala (OTG). "Terbukti bahwa orang tanpa gejala maupun orang dalam pemantauan, sudah banyak terkonfirmasi positif," demikian Andi.
Baca juga:
Bikin Haru, Ini Curhatan Dokter Sebelum Meninggal Karena Tertular Corona
Lembaga Kesehatan AS Sebut Ada Enam Gejala Baru Orang Terinfeksi Virus Corona
Cegah Penyebaran Corona, Sandiaga Canangkan Gerakan Nasional Masker
Seorang Dokter Perempuan di Batang Positif Corona usai Tangani 11 Pasien
Pria Asal Bogor Kerja di RS Wisma Atlet, Istri dan 2 Anaknya Positif Corona