LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Tes urine dadakan, ratusan PNS di Tangerang kaget

Harusnya pegawai tidak perlu takut apabila tidak menggunakan barang haram tersebut.

2016-04-25 12:00:12
Kasus Narkoba
Advertisement

Sebanyak 130 PNS dan non PNS se Kecamatan Larangan, Kota Tangerang dites urine untuk mengantisipasi penyalahgunaan narkoba, Senin (25/4). Sejumlah PNS nampak terkejut dengan pemeriksaan dadakan ini.

"Tadi pagi kita apel, langsung disuruh ke Kantor Kecamatan untuk tes urine. Kita kaget juga karena tidak ada kabar sebelumnya," kata Kasi Kemas Kelurahan Cipadu Jaya, Adi Ismana.

Adi sendiri mengaku mendukung adanya tes urine dadakan sebagai upaya mengontrol pegawai dari narkoba. Menurut dia, harusnya pegawai tidak perlu takut apabila tidak menggunakan barang haram tersebut.

"Seharusnya memang pemerintah melakukan tes urine dua kali dalam setahun. Dan ini sudah menjadi kewajiban pegawai pemerintah untuk ikut," katanya.

Camat Larangan, Damiati mengatakan, tes urine ini merupakan program deteksi dini narkoba atas kerjasama Pemerintah Kota Tangerang dan Sespimma Mabes Polri. Hal ini juga untuk mendukung program Tangerang Bersih dari Narkoba (Bersinar).

"Program ini dilaksanakan pertama di Kecamatan Larangan karena yang berbatasan langsung dengan DKI Jakarta. Kita lakukan mendadak agat tidak bocor," ujar Damiati.

Adapun dari 130 pegawai yang di tes adalah yang berstatus PNS, TKK, THL maupun staff keamanan. Jika ada yang terindikasi narkoba, Damiati menuturkan pegawai tersebut akan diarahakan untuk direhabilitasi. Dari sisi kepegawaian sendiri akan ditindak sesuai aturan.

"Kita sebagai pelayan masyarakat tidak mau ada pegawai yang terindikasi narkoba, harus bersih dari awal," ucapnya.

Kepala Pelaksana Harian Unit Narkoba Diviactia RDB Sespimma Polri, Rahardjo Zaini menambahkan, kegiatan ini merupakan yang pertama kalinya bekerja sama dengan Pemkot Tangerang. Dalam pelaksanaannya, Sespimma menurunkan 17 petugas medis.

"Petugas kami akan siap mengarahkan, mendampingi dan memeriksa masing-masing pegawai yang dites. Bagi yang terindikasi supaya bisa dibina dan direhab, tapi tidak diberhentikan, jadi diberi kesempatan kedua," pungkasnya.

Baca juga:
BNN libatkan PPATK telusuri asal uang suap bandar narkoba ke polisi
Letkol Afridas gantikan Letkol Budi jadi Kapuskodal Ops Kodam VII
Terlibat narkoba, pejabat Kodam Wirabuana dicopot
Tangkap 3 orang, BNN ungkap pidana pencucian uang Rp 10 miliar lebih
Bawa 15 gram sabu, warga di Klaten diringkus polisi
Nyambi jadi penjual narkoba, tukang potong rambut di Kampar diciduk
Polisi di Sulsel hendak nyabu bareng istri orang di dalam kamar

(mdk/cob)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.