BNN libatkan PPATK telusuri asal uang suap bandar narkoba ke polisi
Merdeka.com - Kepala Badan Nasional Narkotika (BNN) Komisaris Jenderal Pol Budi Waseso menegaskan, bakal terus mengusut kasus dugaan suap dari bandar narkoba terhadap Kasat Narkoba Polres Pelabuhan Belawan AKP Ichwan Lubis. Budi juga bakal menggandeng Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) untuk menelusuri harta Ichwan.
"Sekarang sedang berjalan, dilakukan pemeriksaan, pengembangan," ungkap Budi usai menghadiri Tasyakur Milad PKS di Hotel Kartika Chandra, Jakarta, Minggu (24/4).
Untuk menelusuri jejak hitam yang dilakukan Ichwan, BNN menggelar konsultasi dengan PPATK setiap tiga hari sekali. Setidaknya, sampai menemukan otak dibalik penyuapan terhadap salah satu perwira kepolisian itu.
"Kita terus berkoordinasi setiap tiga hari sekali kita berkonsultasi dengan PPATK untuk menelusuri jaringan ini. Secara utuh kita akan ungkap," tegasnya.
Dalam penangkapan beberapa waktu lalu, petugas menemukan uang senilai Rp 2,3 miliar. Tak hanya itu, Ichwan diketahui memiliki rumah mewah dan uang sebesar Rp 8 miliar di rekening pribadinya.
"Sekarang dalam tahap pemeriksaan. Tentunya kita harus tahu persis, sejauh mana dia keterlibatannya dengan tersangka, termasuk jaringan yang lain. Karena ini bisa saja terungkap dari jaringan-jaringan lain," pungkasnya.
(mdk/tyo)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya