LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Terserang tumor ganas, warga Tangerang menunggu pengobatan

Sudah dua tahun benjolan tumor yang ada di tubuh Aryani (22), tumbuh dan membesar. Akibatnya, tak ada aktivitas yang bisa dia lakukan karena perutnya membengkak.

2018-10-28 11:11:02
Tumor
Advertisement

Sudah dua tahun benjolan tumor yang ada di tubuh Aryani (22), tumbuh dan membesar. Akibatnya, tak ada aktivitas yang bisa dia lakukan karena perutnya membengkak.

Kamarudin (52), Ayah Aryani menerangkan, tumbuhnya tumor di bagian perut putranya itu, diketahui setelah anaknya terjatuh saat bermain sepak bola.

"Pertama mengeluh ada benjolan di bagian perut, karena enggak ada cerita apa-apa lagi kami kira sudah enggak ada masalah. Sampai akhirnya dia mengeluh dan bilang perutnya sakit sekali, terus kami bawa ke Puskesmas untuk periksa. Oleh dokter dinyatakan ada tumor," ujar Kamarudin, di rumahnya di kampung Soge, RT13/04 Desa Talok, kecamatan Kresek, Kabupaten Tangerang, Minggu (28/10).

Advertisement

Lama-kelamaan, perut Aryani membengkak dan sering kali merasa sesak saat menghela napas. "Begini saja di rumah, enggak bisa ngapa-ngapain. Saat ini kami menunggu jadwal operasi," kata Kamarudin yang sehari-hari hidup bertani

Aryani, kata Kamarudin, juga sempat mendapatkan operasi pengangkatan tumor di RS bedah Manggala di Serang, Banten. Namun tak berselang lama, tumor ganas tersebut kembali tumbuh dan menggerogoti tubuh Aryani.

"Waktu itu pakai biaya sendiri, operasinya habis Rp 17 juta, belum biaya selama menginap, total seluruhnya habis Rp 20 juta. Kami terpaksa pinjam ke sana-kemari, karena enggak ada biaya. Sementara di Tangerang hanya dirujuk sana sini enggak ada hasil, enggak ada tindakan apa-apa," katanya.

Advertisement

Selanjutnya, karena tak memiliki uang cukup, akhirnya kedua orangtua Aryani membawanya ke rumah sang Nenek di Bekasi, di sana Aryani kembali berobat dan dirujuk ke RS Persahabatan Poliklinik Bedah Digestif.

"Katanya waktu itu akan ada tindakan pada 18 Oktober, tapi sampai hari ini enggak ada kabar, enggak ada kejelasan. Katanya karena banyak pasien, maka diminta menunggu panggilan untuk operasi. Makanya Aryani sekarang dirawat di rumah," kata Kamarudin.

Menurut Kamarudin, dia dan anaknya sudah bolak-balik ke rumah di Jakarta Timur tersebut sejak pertengahan tahun 2018. Selama ini Kamarudin mengandalkan sumbangan untuk membawa Aryani ke rumah sakit tersebut.

Baca juga:
Penderita tumor ganas di Serang pasrah tak punya biaya berobat
Andini, bocah penderita tumor ganas di Depok meninggal dunia
Andini terpaksa berhenti sekolah akibat serangan tumor ganas
Tumor ganas bikin Jekki terbaring lemas
Kisah haru Jekki, bocah 4 tahun berjuang hidup melawan tumor ganas

(mdk/did)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.