LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Terpakai 1.000 Spesimen Per Hari, Penggunaan PCR di Palembang Dinilai Belum Optimal

Penggunaan uji swab di Palembang dinilai belum maksimal. Dari 1.830 spesimen stok per hari, digunakan paling tidak hanya 1.000 spesimen.

2021-02-05 03:33:00
Covid-19
Advertisement

Penggunaan uji swab di Palembang dinilai belum maksimal. Dari 1.830 spesimen stok per hari, digunakan paling tidak hanya 1.000 spesimen.

Hal itu dibenarkan Pelaksana Tugas Kepala Kesehatan Palembang Fauzia. Menurut dia, tak optimalnya pemanfaatan uji usap lantaran terbentur aturan dalam pedoman pencegahan dan pengendalian Covid-19 dari Kementerian Kesehatan. Tes usap hanya dipakai bagi orang yang bergejala, sementara tidak bergejala dianjurkan isolasi mandiri.

"Kami akui penggunaan PCR belum optimal, hanya ada 1.000 spesimen yanh terpakai dari yang disiapkan 1.830 spesimen per hari," ungkap Fauzia, Kamis (4/2).

Advertisement

Menurut dia, aturan Kemenkes RI tersebut dikhawatirkan berpengaruh terhadap penularan Covid-19. Namun, pihaknya tak bisa berbuat banyak karena tetap mengikuti pedoman.

"Dampaknya bisa saja memperbanyak orang yang terjangkit," kata dia.

Hal ini terbukti dengan terus bertambahnya klaster perkantoran dan keluarga. Orang yang terkonfirmasi positif namun tak bergejala terkadang tidak disiplin sehingga menularkan kepada orang sekitarnya.

Advertisement

"Penerapan protokol kesehatan terus kami sosialisasikan, tapi tergantung kepatuhan masyarakat sendiri," ujarnya.

Selain itu, kamar isolasi di rumah sakit yang terpakai tidak terlalu banyak. Dari 1.000 kamar yang disediakan di 16 rumah sakit, hanya terisi tak lebih dari 30 persen saja.

"Pada dasarnya rumah sakit siap menampung pasien, tapi masalahnya yang bergejala saja bisa dirawat, sedangkan tidak bergejala isolasi mandiri di rumah," terangnya.

Sementara itu, ahli epidemiologi dari Universitas Sriwijaya Palembang Iche Andriyani Liberty mengatakan, tes swab sangat penting dilakukan karena untuk mengetahui tertular atau tidak seseorang. Semakin banyak orang yang tidak diperiksa, maka penularan terus terjadi.

"Penularan dari orang-orang terdekat. Orang yang sedang isolasi mandiri di rumah sangat memungkinkan menjangkiti anggota keluarganya," tegasnya.

Baca juga:
Penerapan Tes Covid-19 dengan GeNose di Stasiun Pasar Senen
Mulai 5 Februari, Stasiun Tugu Yogyakarta Pakai GeNose untuk Tes Penumpang KA
Pemeriksaan Covid-19 Gunakan GeNose C19 di Terminal Pulo Gebang Dimulai 7 Februari
Tarif GeNose di Stasiun Rp20.000 Selama Masa Uji Coba
Begini Alur Tes GeNose untuk Calon Penumpang Kereta Api
Pemerintah Tekankan GeNose Tak Gantikan Tes Covid-19 Antigen dan PCR

(mdk/gil)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.