Teroris disebut pengalihan isu Ahok, ini jawaban polisi
Teroris disebut pengalihan isu Ahok, ini jawaban polisi. "Teroris itu serius ya, jangan ada komentar bahwa itu pengalihan isu atau sebagainya," tegas Komjen Syafruddin
Wakapolri Komjen Syafruddin membantah penangkapan teroris di Bekasi untuk mengalihkan isu perkara dugaan penistaan agama yang menjerat Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).
"Teroris itu serius ya, jangan ada komentar bahwa itu pengalihan isu atau sebagainya," tegas Syafruddin di kompleks Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Jakarta, Rabu (14/12).
Syafruddin meminta semua pihak tidak melulu menyudutkan institusi Polri. Dijelaskannya, penangkapan tiga pelaku teroris di Bekasi murni penegakan hukum.
Polri, kata dia, bakal terus mengantisipasi aksi terorisme di tanah air. Apa lagi, sampai terjadinya peristiwa bom yang meneror bangsa Indonesia.
"Bayangkan di Mesir, Turki bom meledak di mana-mana. Alhamdulillah di Indonesia bisa kita tanggulangi, antisipasi dan bisa menangkap pelakunya sebelum meledakkan diri," pungkas Syafruddin.
Sebelumnya, Detasemen Khusus (Densus) 88 mengamankan tiga orang diduga teroris jaringan Bahrun Naim. Dalam penangkapan itu, polisi menemukan satu bom panci di rumah kos Jalan Bintara Jaya 8, Kota Bekasi.
Rencananya bom itu akan diledakkan di depan Istana Negara dan sasarannya adalah Paspampres. Selain itu, dari hasil pengembangan Densus 88 kembali mengamankan empat orang yang diketahui masih satu jaringan dengan teroris di Bekasi di antaranya Abu Izzah, KF, APM dan WP.
Namun di media sosial, upaya pihak kepolisian menekan perkembangan terorisme di tanah air justru dituding untuk mengalihkan kasus Ahok. Pasalnya, saat ini sidang Ahok tengah bergulir di Pengadilan Negeri Jakarta Utara.
Baca juga:
Seskab tegaskan rencana pengeboman Istana bukan pengalihan isu Ahok
Ini perintah Jokowi setelah teroris mau menyerang Istana Negara
Polisi sebut teroris Bekasi terkait jaringan terorisme 6 negara
Polri pelototi medsos jelang perayaan Natal dan tahun baru
Polri sebut perempuan jadi 'pengantin' bom modus baru teroris