Terkuak! Belum Ada SPPG di Madiun Kantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi Madiun untuk Program Makan Bergizi Gratis
Pemerintah Kota Madiun mewajibkan setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi Madiun demi keamanan pangan program Makan Bergizi Gratis, namun faktanya belum ada yang memilikinya.
Pemerintah Kota Madiun, Jawa Timur, secara tegas mewajibkan setiap unit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayahnya untuk memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Kewajiban ini merupakan bagian dari standar kebersihan dapur sehat yang ditetapkan untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sedang berjalan.
Wali Kota Madiun, Maidi, menekankan bahwa SLHS bukan sekadar formalitas administratif, melainkan bentuk kepastian dan jaminan keamanan makanan yang akan disajikan. Kebijakan ini sejalan dengan Surat Edaran (SE) Kementerian Kesehatan Nomor HK.02.02/C.I/4202/2025 yang mengatur hal serupa.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Madiun telah ditugaskan untuk turun langsung ke lapangan, memeriksa dan memastikan seluruh aspek keamanan dan kebersihan dapur SPPG. Hal ini bertujuan agar program MBG dapat berjalan optimal dan tujuan pemenuhan gizi bagi sasaran dapat tercapai dengan baik.
Pentingnya Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) bagi SPPG
Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) merupakan dokumen penting yang menunjukkan bahwa suatu tempat pengolahan makanan telah memenuhi standar kebersihan dan sanitasi yang ditetapkan pemerintah. Dalam konteks SPPG, SLHS menjadi indikator utama dapur sehat yang menjamin makanan aman dikonsumsi oleh penerima program Makan Bergizi Gratis.
Wali Kota Maidi menegaskan bahwa penerbitan SLHS memiliki peran krusial dalam memastikan kualitas dan keamanan pangan. "Terkait SLHS, Dinkes Kota Madiun sudah turun. Semuanya dicek. Semuanya harus dipastikan keamanannya," ujar Maidi, menekankan bahwa ini adalah bentuk jaminan, bukan hanya kelengkapan dokumen.
Dia juga menambahkan bahwa proses memasak tidak hanya berfokus pada penyajian makanan matang. "Memasak itu bukan hanya menyiapkan makanan matang, tapi juga memperhatikan kebersihan dan sanitasi lingkungannya," kata Maidi, menyoroti pentingnya lingkungan dapur yang steril.
Realitas di Lapangan dan Target Pemenuhan SLHS
Meskipun kewajiban memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi Madiun telah dicanangkan, faktanya belum ada satu pun SPPG di Kota Madiun yang saat ini mengantongi sertifikat tersebut. Kondisi ini mendorong Pemkot Madiun untuk segera mengambil langkah percepatan agar semua SPPG dapat memenuhi standar yang ada.
Wali Kota Maidi meminta pengelola dapur MBG untuk segera menyiapkan berkas-berkas yang diperlukan agar Dinas Kesehatan Kota Madiun dapat melakukan verifikasi lapangan. "Kami dorong semua dapur sehat MBG segera melengkapi dokumen dan memenuhi standar yang dipersyaratkan," tegasnya.
Pihaknya menjelaskan bahwa kebijakan ini bukan bertujuan untuk mempersulit pengelola, melainkan untuk meningkatkan kualitas layanan gizi masyarakat secara keseluruhan. Pemkot Madiun berkomitmen untuk mendukung SPPG dalam proses pemenuhan standar ini.
Selain itu, Wali Kota Maidi juga menyatakan akan rutin melakukan monitoring terhadap SPPG yang beroperasi. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa makanan yang disajikan dalam program MBG tidak hanya bergizi, tetapi juga benar-benar aman untuk dikonsumsi oleh sasaran.
Perkembangan Program Makan Bergizi Gratis di Madiun
Program Makan Bergizi Gratis di Kota Madiun terus menunjukkan perkembangan signifikan. Saat ini, tercatat tujuh unit SPPG telah beroperasi dan melayani masyarakat. Namun, target keseluruhan adalah 16 SPPG yang akan melayani sekitar 51 ribu anak di seluruh Kota Madiun.
Sembilan SPPG lainnya sedang dalam tahap persiapan dan ditargetkan selesai pada akhir bulan Oktober ini. Lokasi untuk SPPG tambahan ini telah disiapkan untuk memastikan jangkauan layanan yang merata.
- Jumlah SPPG yang sudah beroperasi: 7 unit
- Target total SPPG di Kota Madiun: 16 unit
- Jumlah sasaran penerima program: sekitar 51.000 anak
- Target penyelesaian 9 SPPG tambahan: akhir Oktober
Pemkot Madiun berharap dengan lengkapnya jumlah SPPG dan pemenuhan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi Madiun, program Makan Bergizi Gratis dapat berjalan optimal, memberikan dampak positif terhadap gizi anak-anak di Kota Madiun.
Sumber: AntaraNews