Terkena bom di Kampung Melayu, Agung tak trauma jadi sopir Kopaja
Agung (18), sopir bus Kopaja 612 jurusan Kampung Melayu-Ragunan yang menjadi salah satu korban ledakan bom di Kampung Melayu mengaku akan kembali menjalani profesinya setelah sembuh. Dia mengaku tidak trauma meski kaki kanannya mengalami putus syaraf akibat terkena serpihan bom.
Agung (18), sopir bus Kopaja 612 jurusan Kampung Melayu-Ragunan yang menjadi salah satu korban ledakan bom di Kampung Melayu mengaku akan kembali menjalani profesinya setelah sembuh. Dia mengaku tidak trauma meski kaki kanannya mengalami putus syaraf akibat terkena serpihan bom.
"Ya menjadi supir kan memang untuk makan, jadi enggak akan berhenti," kata Agung saat ditemui merdeka.com di ruang perawatan RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (26/5).
Saat ditemui, Agung masih terbaring lemas usai menjalani operasi di RS Premier Jatinegara sebelum dipindahkan ke RS Polri. Saat kejadian, Agung mengaku sedang beristirahat meminum es tidak jauh dari toilet Terminal Kampung Melayu. Bom pertama meledak mengakibatkan saraf pada kaki kanan Agung putus.
Pada Kamis (25/5), Agung dijenguk Presiden Joko Widodo beserta Wakilnya Jusuf Kalla. "Cepat sembuh, ini musibah. Yang kuat," kata ibunda Agung, Dewi, menirukan ucapan Jokowi.
Dewi pun menyesalkan kejadian tersebut terjadi dan menimpa anaknya "Kami ini kan yang di dunia ini saudara juga, masa saudaranya sendiri dijahatin," ucap Dewi.
Baca juga:
JK sebut polisi kantongi aktor intelektual bom di Kampung Melayu
Jaksa Agung minta UU terorisme direvisi
Tanpa revisi UU Terorisme ibarat polisi kerja dengan tangan diborgol
Uni Eropa kecam serangan bom di Kampung Melayu
Aksi tabur bunga di lokasi ledakan bom Kampung Melayu
Ada bom jelang Ramadan, menhub perketat keamanan titik mudik