LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Terjaring razia, pembacok kiai akhirnya meringkuk di jeruji besi

Terjaring razia, pembacok kiai akhirnya meringkuk di jeruji besi. Jelang Hari Natal dan Perayaan Tahun Baru 2017, Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Jawa Timur mulai membersihkan wilayahnya dari aksi kejahatan jalanan‎. Hasilnya, delapan penjahat jalanan yang selalu membekali senjata tajam dalam tiap aksinya.

2016-12-14 22:02:00
Razia Penyakit Masyarakat
Advertisement

Jelang Hari Natal dan Perayaan Tahun Baru 2017, Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Jawa Timur mulai membersihkan wilayahnya dari aksi kejahatan jalanan‎. Hasilnya, delapan penjahat jalanan yang selalu membekali senjata tajam (sajam) dalam tiap aksinya, berhasil dibekuk.

Salah satu pelaku kejahatan yang berhasil dibekuk itu adalah Junaidi. Pria 33 tahun ini diketahui pernah membacok seorang ulama di Sidotopo, Surabaya pada 26 November lalu. Namun, belum berhasil ditangkap.

"Ini adalah hasil Operasi Cipta Kondisi, sekaligus dalam rangka menjelang Hari Natal dan Tahun Baru. Dari hasil operasi selama satu minggu ini, kami berhasil menangkap delapan orang dari 10 LP (laporan polisi)," terang Kapolres Tanjung Perak Surabaya, AKBP Takdir Mattanete, Rabu (14/12).

10 LP itu, lanjut dia, merupakan laporan beberapa kasus kejahatan di wilayah Pelabuhan Tanjung Perak seperti penjambretan, penodongan hingga kasus penganiayaan, yang rata-rata para pelakunya menggunakan sajam untuk melukai korban-korbannya.

Beberapa sajam milik para pelaku yang sudah diamankan polisi itu antara lain; sangkur sepanjang 28 sentimeter (cm), sajam jenis taji berbentuk ballpoint 15 cm, pisau lipat, dua buah celurit, pisau penghabisan, dan pisau 30 cm.

"Kejadian-kejadian itu rata-rata kejahatan jalanan menggunakan sajam seperti pisau penghabisan, celurit dan sebagainya. Mereka (para pelaku) ada yang mengaku sekadar untuk jaga-jaga, namun juga untuk melukai korban-korbannya," lanjut dia.

‎Dari delapan tersangka yang berhasil diamankan saat Operasi Cipta Kondisi digelar, masih kata Takdir, salah satunya adalah tersangka penganiayaan seorang ulama di Sidotopo. "Tersangka Junaidi ini, berdasarkan laporan yang kami terima, beberapa waktu lalu membacok seorang kiai di Sidotopo. Namun tidak sampai meninggal. Hanya mengalami luka-luka parah."

Sayangnya, Junaidi berhasil lolos dari sergapan polisi dan baru berhasil ‎ditangkap saat Polres Pelabuhan Tanjung Perak menggelar operasi besar-besaran di wilayahnya. "Tersangka Junaidi ini mengaku sakit hati, telah dizalimi korban, yang merupakan seorang kiai di Sidotopo. Kemudian melakukan penganiayaan terhadap si kiai dengan menggunakan sajam," sambungnya.

Untuk selanjutnya, ‎pihak kepolisian akan melakukan pendalaman kasus dari masing-masing tersangka. Kemudian melakukan koordinasi dengan pihak kejaksaan.

"Kita masih melakukkan pendalaman kasus dari masing-masing tersangka ini. Karena ini juga berkaitan dengan beberapa kasus kejahatan jalanan yang ada di wilayah Tanjung Perak Surabaya," tandas mantan Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya tersebut.

Baca juga:
Penikam warga Bandung berasal dari keluarga broken home
Sebelum tikam 8 warga Bandung, Azis jalan-jalan sambil bawa pisau
Polisi pastikan tak ada keterkaitan penusukan di NTT dan Bandung
Saat kantornya diserang massa, Kapolsek Sabu Barat sedang berobat
Penikam 8 warga Bandung pernah tusuk orangtuanya

(mdk/tyo)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.