LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Terduga penganiaya anak di Hotel Le Meridien dapat donasi gereja buat biaya hidup

Terlapor dugaan penganiayaan anak asuh, CW (60) menyambangi Gedung Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya. Kedatangannya guna diperiksa penyidik Kekerasan Anak dan Perempuan (Renakta) Ditreskrimum Polda Metro Jaya.

2018-03-16 15:27:13
penganiayaan
Advertisement

Terlapor dugaan penganiayaan anak asuh, CW (60) menyambangi Gedung Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya. Kedatangannya guna diperiksa penyidik Kekerasan Anak dan Perempuan (Renakta) Ditreskrimum Polda Metro Jaya.

Dia mengaku biaya buat memenuhi kebutuhan dirinya bersama anak-anak tersebut berasal dari donasi gereja. Namun, CW tak menjelaskan asal gereja yang ikut membantu mendanai selama dirinya merawat anak-anak angkat tersebut di Hotel Le Merdien Jakarta Pusat.

"Orang gereja bantu," katanya di sela pemeriksaan di Polda Metro Jaya, Jumat (16/3).

Advertisement

Dia juga mengaku sebagai ahli pengobatan tradisional yang biasa membantu para jemaat gereja.

"Ahli pengobatan) tradisional. Pengobatan stigmata di katolik ada," kata Candri.

Dia menyampaikan alasan tinggal bertahun-tahun di sejumlah hotel. Menurutnya hal itu dilakukan karena tempat tinggalnya di kawasan Benhil, Tanah Abang, Jakarta Pusat, sering kebanjiran.

Advertisement

"Punya rumah di Benhil, tadi (tinggal) di rumah. Habis banjir pindah," ujarnya.

Di tempat yang sama, keponakan CW bernama Rizka menyampaikan, kelima anak asuh yang dirawat tantenya itu juga diberikan pendidikan. Bahkan, katanya, guru-guru itu didatangkan dari sekolah Santa Theresia untuk mengajar anak-anak asuh CW yang tinggal di hotel.

"Kalau homeschooling gurunya juga tidak mau dibayar. Pakai guru Santa Theresia, datang ke hotel," kata Rizka.

Seperti diketahui, berita ini terungkap saat KPAI melaporkan ke pihak kepolisian perihal adanya dugaan penganiayaan dan penelantaran anak di Hotel Le Meridien, Jakarta Pusat. Akhirnya polisi menelusuri hal itu dan menemukan lima anak berinisial FA (13), RW (14), OW (13), TW (8), dan EW (10).

(mdk/dan)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.