Terdesak biaya perobatan anak, pedagang aksesori nyambi jual sabu
Saat diamankan, pelaku sempat melakukan perlawanan. Dia mencoba memukul petugas dengan martil.
Petugas Denpom 1/1 Pematang Siantar menangkap Fresly Dovito (27). Dari tangan warga Jalan Lingga, Pematang Siantar ini diamankan puluhan paket sabu-sabu.
Informasi dihimpun, Fresly disergap di Jalan Gunung Sinabung, Pematang Siantar, Jumat (12/2).
"Saat diamankan, pelaku sempat melakukan perlawanan. Dia mencoba memukul petugas dengan martil. Namun berkat kesigapan petugas, pelaku kita amankan," kata Komandan Denpom 1/1 Pematang Siantar, Mayor CPM Sutrisno.
Dari tangan Fresly, petugas menyita 37 paket sabu Rp 100 ribu, 18 paket sabu Rp 200 ribu, 18 paket sabu Rp 50 ribu, 3 amplop ganja, uang tunai Rp 130 ribu, 3 korek api dan kertas rokok.
Sutrisno mengatakan, penangkapan pengedar narkoba ini berawal dari informasi dari masyarakat yang resah dengan maraknya peredaran narkotika di lingkungannya. Informasi itu diselidiki kemudian diikuti dengan penyergapan dan penangkapan pelaku.
Setelah tertangkap, Fresly kemudian digelandang ke kantor Denpom 1/1 Pematang Siantar dan menjalani pemeriksaan di sana. "Selanjutnya pelaku akan kita serahkan ke Polres Pematang Siantar," sambung Sutrisno.
Sementara itu, Fresly mengaku baru tiga hari mengedarkan narkoba. Selama ini dia mencari makan dengan berdagang aksesori keliling. "Aku perlu tambahan uang untuk biaya berobat anak," kata ayah dua anak ini.
Fresly juga mengaku mendapatkan sabu-sabu dan ganja dari Eko, warga Tebing Tinggi yang indekos di Jalan Jawa, Pematang Siantar. Pemuda itu dikabarkan berhasil kabur saat petugas menghentikan perlawanan Fresly.
Baca juga:
Supaya kuat jualan, pedagang bakso di Bali konsumsi sabu
Stres diceraikan istri, PNS Pemkot Blitar kecanduan sabu
4 Tersangka pemilik 270 Kg sabu segera diadili di Medan
DPO selama 2 tahun, polisi desersi ternyata jadi pengedar sabu
Bandar jual ganja paket hemat buat mahasiswa Yogyakarta