LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Tepergok bawa sabu di bandara, pelajar telepon orangtua sambil nangis

Susanto menduga, sabu kelas kakap ini berasal dari luar Provinsi Riau hingga luar negeri. Sebab, sabu itu juga akan dikirim ke luar Riau.

2018-03-19 21:03:00
Kasus Narkoba
Advertisement

NFR (20) ditangkap personel Polresta Pekanbaru karena kedapatan bawa sabu 1,5 kilogram. Pelajar SMK di Banjarmasin ini pun menyesal dan menghubungi orangtuanya sambil menangis. Dia mengaku diupah Rp 15 juta untuk mengantarkan sabu itu dari Pekanbaru ke Jakarta.

"Saya masih sekolah SMK di Banjarmasin. Kemarin sempat dikasih nelpon orangtua di Banjarmasin untuk ngabarin. Saya menangis saat nelpon itu," kata NFR saat jumpa pers di Mapolresta Pekanbaru, Riau, Senin (19/3).

Menurut NFR, uang hasil dari mengantarkan sabu itu rencananya untuk biaya sekolah. Namun dia keburu ketangkap polisi sebelum ke bandara menyusul dua temannya terlebih dahulu.

Advertisement

"Yang menyuruh saya, abang sepupu. Katanya mau dikasih Rp 15 juta, tapi baru Rp 1 juta yang diberikan. Kalau sudah dikasih semuanya, rencananya mau saya berikan ke orangtua uangnya, ya untuk biaya sekolah," kata dia.

NFR merupakan salah satu dari tiga orang kurir sabu yang ditangkap membawa narkoba di selangkangan. Awalnya dua orang pelaku ditangkap inisial MZ dan DO, saat mereka berencana menaiki Batik Air dengan tujuan Jakarta, pada Sabtu (17/3).

Keduanya ditangkap petugas keamanan Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, saat proses pemeriksaan badan.

Advertisement

"Setelah tersangka DO dan MZ ditangkap petugas bandara dan dilaporkan ke kepolisian, lalu dilakukan pengembangan. Nah, hasilnya, petugas menangkap NFR di sebuah hotel di Pekanbaru dengan barang bukti 1,5 kilogram sabu," kata Kapolresta Pekanbaru Kombes Susanto.

Meski sudah menangkap 3 tersangka dan barang bukti sabu total 3 kilogram, polisi tetap melakukan pengembangan. Sebab, polisi mendapat informasi adanya keterlibatan pelaku lainnya.

"Ada dua orang lagi yang masih kita buru, dan kita juga menyelidiki dari mana asal sabu dalam jumlah besar ini didapat mereka," ucap Susanto.

Susanto menduga, sabu kelas kakap ini berasal dari luar Provinsi Riau hingga luar negeri. Sebab, sabu itu juga akan dikirim ke luar Riau.

"Diduga jaringan mereka ini dari luar Riau. Kemungkinan sindikat luar negeri, tapi itu masih kita dalami, supaya benar-benar pasti. Karena mereka ini kan mau bawa sabu itu dari Pekanbaru menuju jakarta," ujarnya.

Sebelumnya, petugas Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru menangkap MZ dan DO dengan barang bukti sabu masing-masing 750 gram di selangkangan mereka. Setelah diamankan, polisi menimbang sabu itu hingga total 1,5 kilogram.

Lalu tim Satuan Reserse Narkoba Polresta Pekanbaru, melakukan pengembangan dan berhasul menciduk NFR, saat berada di hotel dengan barang bukti sabu 1,5 kilogram. Dari kartu identitas KTP, ketiga tersangka merupakan warga Banjarmasin.

Baca juga:
2 Minggu penyelidikan, polisi bongkar jaringan narkoba di Pemkot Padang
Niat ingin edarkan sabu, Safe'i keburu ditangkap polisi
Di Bandara SIM, mahasiswa sembunyikan sabu 1 kg dalam sepatu ditangkap
Pemuda di Cengkareng disuruh ibunya jual sabu, tiap hari dijatah 10 gram
Asyik isap sabu-sabu di rumah, pasutri tak berkutik diciduk polisi
Jadi pengedar, Achmad Dani diamankan Polres Jakarta Pusat
2 Pengedar ganja di kawasan Stadion GBK ditangkap

(mdk/rhm)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.