LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA
  2. REGIONAL

Tanpa Permisi, Air Terobos Masuk Genangi Rumah Warga, Kisah Haru Mencekam dari Banjir Medan

Warga menceritakan pengalaman menakutkan saat terjebak banjir. Mereka mengisahkan bagaimana air tiba-tiba meluap saat Subuh.

Jumat, 28 Nov 2025 13:15:56
banjir
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara bergerak cepat mengirimkan Bantuan Banjir Sumut dan logistik bagi ribuan korban terdampak bencana banjir bandang serta tanah longsor di empat wilayah. (AntaraNews)
Advertisement

Air tanpa aba-aba masuk ke dalam rumah. Keluarga terjebak. Azan Subuh baru saja berkumandang.

Aliran listrik yang padam menambah suasana jadi mencekam. Peristiwa itu terjadi pada Kamis (27/11). Kota Medan, Ibu Kota Provinsi Sumatera Utara dilanda banjir besar.

Meskipun kondisi mulai membaik pada Jumat, 28 November 2025, bencana ini meninggalkan kesedihan dan banyak cerita di kalangan warga.

Kala listrik padam, rumah dikepung banjir menambah kebingungan warga. Salah satunya Sarah. Perempuan yang tinggal di Jalan S Parman, Medan, menceritakan pengalamannya saat terperangkap di rumah akibat meluapnya Sungai Babura. Ketinggian air yang merendam rumahnya mencapai 2,5 meter. Dia mulai membagikan kisahnya di media sosial pada Kamis (27/11).

Advertisement

"Awalnya masih sepinggang orang dewasa, lama-lama tinggi. Nah, rumah kami lantai 2, yang lantai 1 sudah tenggelam," tulisnya. Kondisi semakin sulit karena listrik padam, dan ini adalah pengalaman pertamanya merasakan banjir yang begitu mencekam. Dia harus dievakuasi dari rumahnya yang terendam air. "Tim Basarnas sudah mulai merapat, mau nangis karena kedinginan. Seumur-umur baru ngerasain ini dievakuasi akibat banjir," tambahnya.

Di hari berikutnya, Sarah kembali membagikan cerita bahwa dia dan keluarganya berhasil lolos dari kepungan banjir dan mengungsi sementara di sebuah guest house. "Hari ini (Jumat, 28 November 2025) banjir sudah mulai surut, tapi lumpurnya cukup tebal," ungkapnya.

Advertisement

Sementara itu, cerita lain datang dari bantaran Sungai Deli, tepatnya di kawasan Jalan Kejaksaan. Seorang warga bernama Fauzi menceritakan bagaimana air sungai meluap dan merendam rumahnya yang ditinggali bersama keponakan dan ibunya.

Hujan yang terus menerus mengguyur Kota Medan sejak Selasa (25/11) membuat Fauzi merasa cemas, apalagi langit tidak menunjukkan tanda-tanda cerah.

Pada malam Rabu (26/11) Fauzi yang rumahnya hanya beberapa meter dari Sungai Deli memeriksa debit air dan menyadari bahwa air mulai naik. Tak sampai 24 jam kemudian, pada Kamis pagi, air sudah mulai merendam rumahnya.

"Semalam lah puncaknya, pagi naik, siang naik, malam masih tinggi. Pagi ini mulai surut. Ini paling tinggi saya rasa naiknya, karena gang dekat rumah saya biasanya enggak pernah banjir, tapi kali ini banjir," jelas Fauzi.

Dalam situasi yang sulit ini, Fauzi merasa gelisah karena kesulitan menghubungi keluarganya untuk memberi kabar. Sinyal telekomunikasi yang digunakannya hilang timbul saat dia berusaha menghubungi keluarga.

"Sulit kali komunikasi. Terus, listrik kan juga padam, nyari-nyari tetangga yang punya genset, lah, untuk ngecas hape. Begitu sinyal ada, langsung kasih kabar ke keluarga," katanya. Dengan berbagai tantangan yang dihadapi, cerita-cerita ini mencerminkan betapa beratnya dampak banjir yang melanda Kota Medan.

rumah warga Medan kebanjiran. (Liputan6.com/Reza Efendi)

Aktifnya Tim SAR Bantu Ringankan Beban Korban Banjir

Hardinas, seorang relawan SAR dari Sangkala, berperan aktif dalam proses evakuasi masyarakat saat terjadi banjir. Pria yang biasa dipanggil Dinas ini menceritakan bahwa banyak warga yang awalnya enggan untuk dievakuasi karena merasa masih aman.

"Namun, ketika air mulai naik, kebingungan pun muncul, ditambah lagi sinyal komunikasi yang sulit. Kami pun berinisiatif untuk memeriksa kembali keadaan. Beberapa orang sempat menolak, tetapi akhirnya mereka mau dievakuasi karena rumah mereka sudah terendam," kenangnya.

Dinas terlibat sebagai Rescuer secara mandiri, bekerja sama dengan FAJI Kota Medan, Rumah Kito, dan Sangkala. Mereka melaksanakan evakuasi di tiga kelurahan yang terletak di Kecamatan Medan Maimun, yaitu Kelurahan Jati, Sukaraja, dan Hamdan.

Advertisement

"Satu hal yang menyulitkan proses evakuasi adalah sempitnya gang di pemukiman warga. Dengan padatnya penduduk, kami harus bolak-balik untuk melakukan evakuasi, karena ada sebagian yang ingin dievakuasi dan ada pula yang menolak," ungkapnya.

Berita Terbaru
  • 5 Potret Mushola Semi Outdoor dan Area Cuci Rumah Titi Kamal, Minimalis Modern dan Bikin Betah
  • 10 Foto Hewan Kurban Artis di Idul Adha 2026, Namanya Unik dan Bikin Salfok
  • Yakuza Maneges Klaim Kantongi Data 25 Korban Dugaan Pelecehan di Ponpes Pekalongan
  • Draf Kesepakatan AS-Iran Bocor, Iran-Oman Disebut Akan Atur Selat Hormuz
  • Komitmen Vinicius Junior di Real Madrid: Tak Terbayangkan Bermain untuk Klub Lain
  • banjir
  • banjir medan
  • banjir sumut
  • bencana alam
  • berita update
  • konten ai
  • liputan6
Artikel ini ditulis oleh
Editor Henni Rachma Sari
R
Reporter Reza Efendi, Wisnoe Moerti
Disclaimer

Artikel ini dihasilkan oleh AI berdasarkan data yang ada. Gunakan sebagai referensi awal dan selalu pastikan untuk memverifikasi informasi lebih lanjut sebelum mengambil keputusan.

Berita Terpopuler

Berita Terpopuler

Advertisement
Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.