Tangkal Radikalisme di Instansi, Begini Cara Polri Seleksi Calon Anggota
Tangkal Radikalisme di Instansi, Begini Cara Polri Seleksi Calon Anggota. Selain itu, lanjut Dedi, di Polri ada tahapan seleksi akhir dengan nama tes Penelusuran Mental Kepribadian atau PMK. Ada dua hal yang dilakukan dalam ujian tersebut.
Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo menyatakan uji seleksi calon anggota kepolisian juga menjadi perhatian. Khususnya dalam upaya menangkal paham radikalisme masuk ke tubuh instansi tersebut.
"Kita bekerjasama dengan Dukcapil untuk memastikan tentang background calon anggota Polri. Di situ kan diketemukan kebenaran daripada identitas yang bersangkutan, orang tua, kemudian latar belakang, mulai sekolahnya SD, SMP, SMA. Kemudian kalau dia berpindah-pindah di situ ada surat keterangan pindahnya juga," tutur Dedi di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (8/7).
Selain itu, lanjut Dedi, di Polri ada tahapan seleksi akhir dengan nama tes Penelusuran Mental Kepribadian atau PMK. Ada dua hal yang dilakukan dalam ujian tersebut.
"Pertama dari intelijen dan propam melakukan profiling terhadap seluruh calon anggota Polri. Baik konvensional, artinya didatangi rumahnya, wawancara dengan orang tua, tetangga kanan, kiri, demikian juga oleh teman-temannya. Kemudian setelah di lapangan mendapatkan data, masih ada tes tahapan terakhir adalah wawancara," jelas dia.
Menurutnya, uji wawancara menentukan jujur tidaknya calon anggota menggunakan profiling data yang didapat di lapangan. Tidak berhenti di situ, wawancara akan dilakukan lagi oleh pejabat tinggi sesuai penempatan.
"Background-nya, tapi sudah dikasih list terhadap profil yang bersangkutan. Sama juga di media sosial dari Direktorat Siber tiap-tiap Polda akan memprofil calon anggota Polri tersebut. Dari media sosial yang dimiliki, twitternya, Facebooknya, Instagramnya, semua akan diprofil," kata Dedi.
Diharapkan di bagian akhir, Polri dapat semaksimal mungkin menemukan personel atau calon anggota yang memang bersih sebelum mengikuti pendidikan.
"Kalau misalnya nanti selama perjalanan masih ada masukan-masukan dari masyarakat, setelah dilakukan pendalaman ternyata yang bersangkutan ada pelanggaran-pelanggaran sehingga dinilai tidak layak menjadi anggota Polri, langsung di cut juga. Semuanya melalui proses tahapan yang ketat," Dedi menandaskan.
Reporter: Nanda Perdana Putra
Sumber: Liputan6.com
Baca juga:
Nama Enzo Zenz Allie Disorot, Inilah Penjelasan Lengkap TNI
Tanggapan Mantan Kepala Sekolah, Enzo Disebut-sebut Terpapar Radikalisme
Menhan Soal Kabar Enzo Terpapar Radikalisme: Kalau Benar Saya Suruh Berhenti !
Sosok Enzo, Tentara Akmil Keturunan Prancis di Mata Mantan Kepala Sekolah
BIN Ingin Prajurit TNI Terpapar Radikalisme Disterilisasi
TNI Soal Taruna Akmil Enzo Terpapar Radikalisme: Tak Bisa Cuma Dilihat dari Facebook