LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Tanggapan Istana soal lawatan rombongan anggota DPR ke AS

Ketika ditanya apakah untuk anggota keluarga apa juga diperbolehkan ikut kunjungan, Pratikno menjawab dengan normatif.

2015-09-08 13:58:51
Rombongan DPR hadiri kampanye Pilpres AS
Advertisement

Pihak Istana angkat bicara terkait polemik lawatan rombongan anggota DPR ke Amerika Serikat (AS). Menurut Menteri Sekretaris Negara Pratikno, jika presiden melakukan kunjungan kerja ke luar negeri, rombongan delegasi yang dibawanya amat dibatasi.

"Jadi selama ini, ketika kami masuk di Setneg, kita lakukan perampingan luar biasa pada tim advance dan rombongan delegasi juga sangat terbatas, kecuali wartawan. Tim advance keluar negeri kita cut ‎hampir separuh dibandingkan tradisi yang ada selama ini," kata Pratikno di Istana Presiden, Jakarta, Selasa (8/9).

Pratikno menjelaskan, format rombongan yang dibawa presiden ketika kunjungan kerja ke luar negeri dimulai dengan tujuan kunjungan. Kemudian fungsi-fungsi apa yang harus dilakukan.

"Maka dari itu, personel siapa yang perlu dilakukan," jelasnya.

Pratikno mencontohkan, misalnya presiden akan kunjungan ke Timur Tengah. Yang mana misinya lebih banyak mengenai hal ekonomi hubungan bilateral kedua negara.

"Makanya anggota kabinet yang terlibat spesifik terkait ekonomi," ucapnya.

Ketika ditanya apakah untuk anggota keluarga apa juga diperbolehkan ikut kunjungan, Pratikno menjawab dengan normatif. "Ya ‎itu ada aturannya begitu. Saya kira begitu. Setelah sidang kabinet ya," tutupnya.

Sebelumnya diketahui, kunjungan kerja delegasi DPR RI ke Amerika Serikat dalam rangka mengikuti sidang PBB menuai kecaman. Hal ini menjadi sorotan karena Ketua DPR Setya Novanto beserta Wakil Fadli Zon hadir di kampanye bakal capres Amerika Donald Trump.

Kecaman terjadi tidak hanya sampai di situ. Bahkan anggota DPR diketahui membawa keluarga dalam rombongan ke negeri Paman Sam tersebut.

Fadli Zon sendiri menyatakan bahwa sebetulnya kunker membawa keluarga tak perlu dipersoalkan. Selama hal itu menggunakan uang sendiri, bukan APBN. Dia justru meminta bandingkan jika Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan kunjungan kerja serupa.

"Presiden malah bawa istri dan anak-anaknya pada kunjungan resmi juga," kata Fadli dalam pesan singkat, Selasa (8/9).

Baca juga:
Muncul petisi desak Setya Novanto dan Fadli Zon mundur
Bertemu Donald Trump, Setya Novanto merasa tak melanggar kode etik
Akankah Setya-Fadli terjungkal dari pucuk pimpinan DPR karena Trump?
Ruhut sebut sudah seharusnya ketua DPR diserahkan ke PDIP
4 Fakta tulisan Ahok soal kelakuan anggota DPR kunker ke luar negeri

(mdk/rhm)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.