LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA
  2. REGIONAL

Tanggal Hari Pers Nasional 2025, Ini Fakta Menarik yang Perlu Diketahui

Hari Pers Nasional 2025 akan dirayakan pada tanggal 9 Februari. Mari kita telusuri sejarah, makna, dan berbagai kontroversi yang menyertai perayaan ini.

Kamis, 06 Feb 2025 18:01:00
hari pers nasional 2025 tanggal berapa?
Tirto Adhi Soerjo, Bapak Pers Nasional. (dok. kebudayaan.kemendikbud.co.id) (© 2025 Liputan6.com)
Advertisement

Hari Pers Nasional (HPN) dirayakan setiap tahun pada tanggal 9 Februari, bertepatan dengan hari kelahiran Persatuan Wartawan Indonesia (PWI). Peringatan ini ditetapkan melalui Keputusan Presiden Nomor 5 Tahun 1985 yang ditandatangani oleh Presiden Soeharto. Sejak itu, HPN dirayakan secara bergantian di berbagai provinsi dengan melibatkan berbagai kalangan, termasuk insan pers, pemerintah, dan masyarakat.

Meskipun demikian, tidak semua pihak sepakat mengenai tanggal peringatan ini. Beberapa kelompok jurnalis mengusulkan agar Hari Pers Nasional ditetapkan pada tanggal yang lebih relevan dengan sejarah pers di Indonesia, seperti tanggal penerbitan Medan Prijaji pada tahun 1907, yang merupakan surat kabar pribumi pertama yang didirikan oleh Tirto Adhi Soerjo.

Selain itu, ada juga wacana untuk menetapkan tanggal 7 Desember sebagai Hari Jurnalis Indonesia, yang menandai hari wafatnya Tirto Adhi Soerjo. Meskipun terdapat perdebatan mengenai tanggal yang tepat, Hari Pers Nasional tetap menjadi momen penting untuk refleksi bagi para insan pers di Indonesia. Pertanyaan yang muncul adalah bagaimana awal mula penetapan HPN, apa peran penting pers dalam sejarah bangsa, dan tantangan apa saja yang dihadapi oleh pers di era modern saat ini?

Sejarah Hari Pers Nasional: Wartawan Lahir untuk Cerdaskan Bangsa

Hari Pers Nasional ditetapkan secara resmi pada tanggal 23 Januari 1985 melalui Keputusan Presiden Nomor 5 Tahun 1985. Pemilihan tanggal 9 Februari sebagai hari peringatan bertepatan dengan hari lahir Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), yang didirikan pada tahun 1946. Sebelum penetapan tersebut, gagasan untuk memperingati Hari Pers Nasional sudah ada sejak Kongres ke-28 PWI di Padang pada tahun 1978.

Advertisement

Satu tahun setelahnya, tepatnya pada 19 Februari 1981, Dewan Pers dalam sidang ke-21 yang berlangsung di Bandung menyetujui usulan ini dan mengajukannya kepada pemerintah. Akhirnya, Presiden Soeharto menetapkan hari tersebut sebagai hari nasional pada tahun 1985.

Meskipun ditetapkan sebagai hari nasional, Hari Pers Nasional tidak dijadikan sebagai hari libur. Peringatan ini memiliki tujuan yang penting, yaitu untuk menghargai kontribusi pers dalam mencerdaskan bangsa serta menjaga keberlangsungan demokrasi di Indonesia. Berikut selengkapnya:

Advertisement

Pers Berperan Melawan Penjajah

Pers telah menjadi bagian integral dari perjuangan bangsa Indonesia sejak zaman kolonial. Surat kabar Medan Prijaji, yang didirikan oleh Tirto Adhi Soerjo pada tahun 1907, menjadi langkah awal bagi perkembangan pers nasional. Di masa pergerakan kemerdekaan, pers memiliki peran penting dalam menyebarkan ide-ide nasionalisme dan perjuangan rakyat. Setelah Indonesia meraih kemerdekaan, media massa terus berkembang sebagai sarana komunikasi dan alat kontrol sosial terhadap pemerintah.

Selama era Orde Lama, pers menghadapi berbagai tantangan, terutama dengan adanya pengawasan ketat dari pemerintah. Sementara itu, pada masa Orde Baru, kebebasan pers semakin terbatasi, dan hanya media yang sejalan dengan pemerintah yang mampu bertahan. Namun, setelah reformasi tahun 1998, kebebasan pers mengalami perkembangan yang signifikan, ditandai dengan disahkannya Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999 yang menjamin adanya kebebasan pers tanpa intervensi dari pemerintah.

Penetapan Hari Pers Nasional Sempat Kontroversial

Dikutip dari ANTARA, meskipun Hari Pers Nasional telah ditetapkan sebagai peringatan nasional, acara ini mendapatkan kritik dari berbagai kalangan. Banyak yang berpendapat bahwa HPN masih terikat pada warisan Orde Baru. Pada 7 Desember 2007, sekelompok jurnalis dan penulis muda melakukan deklarasi Hari Pers Indonesia sebagai bentuk protes terhadap HPN yang dianggap tidak mencerminkan sejarah pers yang sesungguhnya. Mereka mengusulkan tanggal 7 Desember, yang merupakan hari wafatnya Tirto Adhi Soerjo, sebagai alternatif untuk memperingati jasa-jasa insan pers.

Beberapa pihak juga mengusulkan agar HPN dihubungkan dengan sejarah terbitnya Medan Prijaji pada Januari 1907, yang dianggap sebagai surat kabar pribumi pertama dan mencerminkan hakikat pers nasional. Sejarawan Asvi Warman Adam bahkan mengusulkan agar bulan Januari dijadikan Bulan Pers Nasional, dengan perayaan puncaknya tetap pada 9 Februari. Selain itu, pada 16 Februari 2017, muncul gagasan untuk menetapkan Hari Jurnalis Indonesia pada 7 Desember sebagai hari penghormatan khusus bagi para jurnalis, terpisah dari peringatan HPN.

Pers di Era Digital Punya Tantangan Besar

Dengan kemajuan teknologi digital, industri pers kini dihadapkan pada sejumlah tantangan baru. Beberapa tantangan tersebut meliputi:

  1. Disrupsi terhadap media konvensional.
  2. Media cetak semakin ditinggalkan karena masyarakat cenderung mengakses berita melalui platform digital.
  3. Hoaks dan disinformasi.
  4. Kemudahan dalam penyebaran informasi di internet membuat berita palsu semakin banyak dan sulit untuk dikendalikan.
  5. Tekanan ekonomi di sektor media.
  6. Banyak perusahaan media mengalami kesulitan finansial akibat penurunan pendapatan iklan serta persaingan ketat dengan platform digital besar seperti Google dan Facebook.

Walaupun menghadapi berbagai tantangan yang signifikan, media tetap memegang peranan vital sebagai pilar demokrasi dan sebagai penyampai informasi yang akurat kepada masyarakat. Pentingnya peran pers dalam memberikan informasi yang benar dan terpercaya tidak dapat diabaikan, terutama di tengah maraknya berita palsu yang beredar di masyarakat.

Makna Hari Pers Nasional bagi Masa Depan Jurnalisme

Hari Pers Nasional lebih dari sekadar perayaan tahunan; ia juga merupakan kesempatan bagi para jurnalis untuk merenungkan dan meningkatkan profesionalisme mereka serta menjaga kebebasan pers di tanah air. Dalam peringatan HPN, terdapat beberapa poin penting yang perlu diperhatikan, antara lain:

  1. Menegaskan fungsi pers sebagai penjaga demokrasi dengan menyajikan informasi yang objektif dan dapat dipercaya.
  2. Mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya literasi media, sehingga mereka dapat membedakan antara berita yang sahih dan berita palsu.
  3. Meningkatkan kesejahteraan para jurnalis, baik dalam aspek hak asasi manusia maupun perlindungan hukum.

Dalam era digital saat ini, pers dituntut untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi agar tetap relevan dan memperoleh kepercayaan dari publik. Kemandirian dan integritas pers sangat penting untuk menjaga kualitas informasi yang disampaikan kepada masyarakat.

Makna Hari Pers Nasional bagi Masa Depan Jurnalisme


Kapan Hari Pers Nasional 2025 dirayakan? HPN 2025 akan dirayakan pada 9 Februari 2025, sesuai dengan Keputusan Presiden Nomor 5 Tahun 1985. Tanggal tersebut telah ditetapkan sebagai hari peringatan yang penting bagi dunia pers di Indonesia.

Apa alasan di balik peringatan Hari Pers Nasional pada tanggal 9 Februari? Peringatan ini bertepatan dengan hari lahir Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) yang didirikan pada 9 Februari 1946. Oleh karena itu, tanggal ini memiliki makna historis yang mendalam bagi para jurnalis dan komunitas pers di tanah air.

Bagaimana perbedaan antara Hari Pers Nasional dan Hari Jurnalis Indonesia? HPN ditetapkan oleh pemerintah dan berhubungan erat dengan PWI, sedangkan Hari Jurnalis Indonesia, yang diperingati pada 7 Desember, merupakan usulan dari komunitas jurnalis independen. Ini menunjukkan adanya perbedaan dalam pengakuan dan latar belakang peringatan kedua hari tersebut.

Apa saja tantangan yang dihadapi oleh pers di era digital saat ini? Di era digital, pers menghadapi berbagai tantangan seperti disrupsi media cetak, penyebaran hoaks, tekanan ekonomi, serta pergeseran pola konsumsi berita yang kini lebih banyak melalui media sosial. Hal ini menuntut adaptasi yang cepat dari berbagai pihak dalam industri media.

Advertisement

Kenapa pers dianggap sebagai pilar demokrasi? Pers memiliki peran yang sangat penting dalam menyampaikan informasi yang akurat kepada publik, melakukan pengawasan terhadap kekuasaan, dan membentuk opini publik yang kritis. Dengan demikian, pers berkontribusi dalam menjaga demokrasi dan transparansi di masyarakat.

Berita Terbaru
  • Pesan Kaesang untuk Kader PSI: Kolaborasi Saja dengan Partai Lain
  • KA BIAS Layani 180 Ribu Penumpang di Triwulan I 2026, Perkuat Integrasi Antarmoda
  • Program Makan Bergizi Gratis Jangkau 62 Juta Orang, Ciptakan Jutaan Lapangan Kerja
  • Pemkot Jayapura Pastikan Kualitas Pendidikan Jayapura Merata dan Bermutu
  • TVRI Gelar 'Nobar Bola Gembira' untuk Meriahkan Piala Dunia 2026 di Seluruh Indonesia
  • berita paham
  • hari pers nasional 2025 tanggal berapa?
  • konten ai
  • news oke
Artikel ini ditulis oleh
Editor Shani Ramadhan Rasyid
N
Reporter Nurul Diva, Nisa Mutia Sari
Disclaimer

Artikel ini dihasilkan oleh AI berdasarkan data yang ada. Gunakan sebagai referensi awal dan selalu pastikan untuk memverifikasi informasi lebih lanjut sebelum mengambil keputusan.

Berita Terpopuler

Berita Terpopuler

Advertisement
Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.