Takut Dirapid Test, Ratusan Petugas KPPS di Tabanan Bali Diganti
Ia menerangkan, bahwa para anggota KPPS yang diganti karena satu ada panggilan kerja dari perusahaannya serta ada juga kecelakaan hingga tak bisa menjadi petugas KPPS. Namun, dari angka 263 ada ratusan KPPS diganti karena tidak mau ikut rapid test.
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tabanan, Bali, akhirnya mengganti ratusan petugas KPPS karena tak mau dan menolak rapid test yang menjadi persyaratan untuk menjadi KPPS di Pilkada 2020 di Bali, yang tinggal sepekan lagi.
"Tidak mau rapid test. Untuk jumlah saya belum dapatkan data-nya. Tapi, secara total yang kami kumpulkan dari masing-masing kecamatan, semua yang diganti adalah 263 (KPPS). Dominan (diganti) karena tak mau rapid test," kata Ni Putu Suaryani Ketua Divisi Sosdiklih dan SDM, KPU Tabanan, Bali, saat dihubungi, Rabu (2/11).
Ia menerangkan, bahwa para anggota KPPS yang diganti karena satu ada panggilan kerja dari perusahaannya serta ada juga kecelakaan hingga tak bisa menjadi petugas KPPS. Namun, dari angka 263 ada ratusan KPPS diganti karena tidak mau ikut rapid test.
Suaryani menerangkan, bahwa alasan petugas KPPS tak mau di rapid test karena takut apalagi hasilnya reaktif. Selain itu, mereka juga takut dampak sosial karena ada isu dikucilkan oleh masyarakat jika terkena Covid-19.
"Iya, mereka takut. Karena mungkin dampak sosial, takutnya nanti kalau reaktif. Karena, banyak isu-isu dibawah yang menyebabkan mereka berpikir kembali ikut rapid tes," ujarnya.
Suaryani juga mengatakan, padahal saat melakukan perekrutan petugas KPPS sudah diinformasikan bahwa rapid test atau pengecekan tes Covid-19 itu wajib.
"Kita, sudah sampaikan di awal perekrutan. Tapi mungkin karena masalah keberanian lagi. (Mungkin) ada cerita-cerita yang mengenaskan terkait Covid-19 karena ada yang sampai dikucilkan. Mungkin, pemerintah bisa membuat pola apa, agar masyarakat kedepan itu dengan sadar memeriksa diri untuk tes Covid-19, sekarang ini di masyarakat memang seperti itu kondisinya," ungkapnya.
Namun, untuk 263 petugas KPPS yang sudah diganti kini pihaknya sudah melakukan perekrutan kembali serta akan dilakukan rapid test dan nantinya sudah siap saat perhelatan Pilkada Serentak 2020 di Tabanan Bali.
Ia juga menyebutkan, untuk anggota KPPS dan Petugas Ketertiban di KPU Tabanan total 10. 170 orang. Sementara, untuk TPS di Kabupaten Tabanan sebagai 1.130 TPS.
"Sampai saat ini, kita sudah terima 10. 170 dan tidak ada kekurangan dan siap semua. Jadi KPPS di setiap TPS itu sebanyak 7 orang dan petugas ketertibannya sebanyak dua orang. Jadi petugas yang dibuat oleh KPU di masing-masing TPS 9 orang," ujar Suaryani.
Baca juga:
Rapid Test Covid-19 Jadi Screening Awal Dinkes DKI Terhadap Pengungsi Banjir
Jelang Pilkada, 1.231 Saksi Paslon Gibran-Teguh Jalani Rapid Test
140 Warga Binaan Lapas Narkotika Pamekasan Dirapid Test
750 Personel Pengamanan Pilkada Solo Jalani Rapid Test
Tamu yang Ingin Bertemu Anies Harus Dirapid Test oleh Dinkes DKI
Buah dan Sayur di Garut Ikut Dirapid Test, Ini Kata Dinas Ketahanan Pangan Setempat