Tak terpengaruh insiden crane, calon haji Jatim tetap berangkat
Sejak kejadian hingga diberangkatkan, tidak ada yang mengundurkan diri. Total jamaah ada 28.676 orang jamaah.
Calon jamaah haji asal Jawa Timur selesai diberangkatkan dari Embarkasi Sukolilo, Surabaya. Kloter 62, 63 dan 64 terakhir diberangkatkan, Rabu (16/9) malam menuju Arab Saudi.
"Jadi Jawa Timur berangkat semua terakhir kloter 62, 63 dan 64. Dua kloter terisi penuh, sementara kolter terakhir terisi 430 orang," kata Kepala Kementerian Agama Jawa Timur, Mahfud Shodar, Kamis (17/9).
Jawa Timur, kata Mahfud, tidak memiliki persoalan terkait visa jamaah seperti daerah lain. Kegagalan berangkat jamaah dari Jawa Timur, murni karena sakit, hamil dan meninggal dunia.
Semula ada 20 Orang yang terancam batal berangkat karena sebab tersebut, namun menjelang detik-detik akhir dokter menyatakan kesehatan yang bersangkutan. Sehingga hanya 15 orang yang dinyatakan tidak berangkat.
Kendati terjadi peristiwa jatuh crane yang menewaskan 11 korban jiwa, tidak ada jamaah yang mundur karena kejadian tersebut. Sejak kejadian hingga diberangkatkan, tidak ada yang mengundurkan diri. Total jamaah ada 28.676 orang jamaah.
"Masih tetap, niat ibadah mereka tidak terpatahkan dengan adanya kejadian itu," tegasnya.
Mahfud mengatakan, kejadian ini sebagai peristiwa bencana yang secara akal manusia mungkin tidak terpikirkan.
"Niat ibadah calon jamaah haji biasanya sudah tertata, seperti berangkat berjihad bahkan tidak sedikit berniat untuk syahid di sana," katanya.
Sementara itu, sekitar 900 jamaah yang berangkat tahun ini, sebenarnya posisinya di kursi cadangan. Namun sampai tanggal batas pelunasan yang ditetapkan, calon jamaah tidak melakukan pelunasan, sehingga bangku cadangan yang diberangkatkan.
Pihaknya berharap agar kuota haji untuk Indonesia, khususnya Jawa Timur bisa dinaikkan. Selama ini kerajaan Arab Saudi menggunakan rumus per 1 juta orang diwakili 1 orang. Karena itu jumlah antrean terus memanjang hingga 17 Tahun.
"Kita berharap kuota Indonesia bisa ditambah, karena antrean makin panjang. Makin tahun makin meningkat. Rumus yang digunakan sekarang, kalau tidak diubah daftar tunggu bisa sampai 17 tahun," urainya.
Baca juga:
Arab Saudi didesak buka hasil investigasi kecelakaan crane
40 Calhaj asal Sumut yang sempat tertunda diberangkatkan ke Aceh
Gus Ipul janji kawal santunan korban crane dari Kerajaan Arab Saudi
Kunjungi korban kecelakaan crane, Gus Ipul sebut korban mati sahid
Saudi santuni korban tewas Rp 3,8 M, JK sebut 'Alhamdulillah'