Arab Saudi didesak buka hasil investigasi kecelakaan crane
Merdeka.com - Kerajaan Arab Saudi telah membentuk tim untuk mengungkap kasus kecelakaan crane yang menewaskan 11 orang jamaah haji. Tim tersebut tengah bekerja dan dalam waktu dekat segera diumumkan hasilnya.
Wakil Gubernur Jawa Timur, Saifullah Yusuf mendesak Kerajaan Arab Saudi membuka hasil investigasi kecelakaan tersebut secara luas. Setelah terbuka, akan diketahui pihak yang harus bertanggung jawab dalam kasus tersebut.
"Kita harapkan hasil investigasi segera diumumkan, siapa yang bertanggung jawab bisa jelas. Diumumkan secara terbuka, internasional tahu, Indonesia tahu," kata Saifullah Yusuf usai mengunjungi dua keluarga korban crane meninggal di Malang, Rabu (16/9).
Atas nama pemerintah, pihaknya siap membantu segala kebutuhan jika diperlukan. Gus Ipul, demikian biasa dipanggil mengapresiasi langkah cepat yang sudah diambil oleh Kerajaan Arab Saudi.
"Kenapa crane bisa jatuh yang selanjutnya bisa diambil hikmahnya. Sehingga ke depannya keselamatan bisa lebih terjamin," katanya.
Karena selain gempa, kata Gus Ipul, semua masih bisa diantisipasi. Alat-alat berat dan berbahaya seharusnya bisa disingkirkan. Sehingga keselamatan jamaah harus dinomorsatukan. Faktor kesalahan manusia menjadi kemungkinan penyebab kejadian kecelakaan tersebut.
Dari kejadian tersebut, Gus Ipul berharap pihak Kerajaan Arab Saudi segera berbenah demi keselamatan jamaah haji. Belajar dari tahun lalu, dirinya masih melihat adanya pelayanan Kerajaan Arab Saudi yang belum maksimal.
"Contohnya pelayanan di Arofah belum sepenuh maksimal. Toilet antre cukup panjang," katanya.
Sementara dalam kunjungannya, Gus Ipul mendapatkan sambutan dari masyarakat. Keluarga dan masyarakat tampak berjubel antre bersalaman. Pada akhir acara diserahkan santunan sebagai rasa duka cita.
"Yang sabar ya," kata Gus Ipul kepada dua anak almarhumah, Junaidah dan Agus Salim.
(mdk/hhw)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya