LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Tak punya seragam, puluhan siswa SMP & SMA di Aceh terancam tak UN

Kepala sekolah sampai meminta bantuan seragam dari mulut ke mulut dan juga broadcast BBM.

2015-03-11 13:02:51
Anak Sekolah
Advertisement

Puluhan siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) di Yayasan Kesejahteraan Masyarakat Aceh (Yakesma) terancam tidak bisa mengikuti Ujian Nasional (UN). Padahal pada tanggal 16 Maret 2015 ini SMA akan menggelar UN serentak seluruh Indonesia, sedangkan untuk SMP pada awal April 2015.

Yakesma merupakan sebuah yayasan yang menampung anak kurang mampu, anak yatim dan juga korban konflik dari seluruh Aceh dan bahkan ada dari Sumatera Barat, Medan. Yayasan ini berdiri sejak tahun 2012 lalu atas bantuan Australia dan akhir Desember 2014 lalu pendanaan dari donatur telah dihentikan.

Ketua Yakesma, Alfiatunnur yang akrab disapa Dedek mengatakan, kendala pertama sekolah yang dia pimpin belum keluar surat izin operasional dari Dinas Pendidikan Kabupaten Aceh Besar. Meskipun sudah beberapa kali dilakukan pengajuan agar bisa membuat UN sendiri.

Karena belum ada izin operasional, kata Dedek, anak didiknya yang sudah duduk di kelas IX dan kelas XII akan menghadapi UN, namun sekolahnya tidak dapat menyelenggarakan UN, sehingga harus ikut UN di SMA Negeri 1 Baitussalam, Kecamatan Baitussalam, Kabupaten Aceh Besar.

"Karena sekolah kami belum keluar surat izin operasional, makanya kami harus mengikuti UN di SMU Negeri 1 Baitussalam, kami kami butuh seragam sesuai dengan seragam sekolah tersebut, karena seragam kita berbeda dengan sekolah lain," kata Ketua Yakesma, Alfiatunnur, Rabu (11/3).

Kata Dedek, sebelumnya Yakesma memiliki donatur untuk membiayai seluruh biaya pendidikan anak didik di yayasan tersebut. Setiap bulannya pihaknya menghabiskan anggaran Rp 570.000 untuk akomodasi.

"Ini belum termasuk pakaian seragam, sekarang kami kekurangan dana, hanya ada dana bantuan pribadi, namun belum mencukupi," imbuhnya.

Kendati demikian, Dedek mengaku titik terakhir setelah mencari bantuan dari pihak mana pun, tetap belum mendapatkan bantuan baju seragam untuk siswa, makanya akan melakukan apapun agar mereka bisa mengikuti ujian.

"Kami akan lakukan apapun titik terakhir, yang terpenting kami bertanggungjawab anak didik kami bisa ikut UN," tegasnya.

Sementara itu Kepala Sekolah SMP dan SMA Yakesma, Nazliati menjelaskan, di Yakesma ini terdapat siswa SMP 27 orang dan SMU 20 siswa. Sedangkan yang akan mengikuti UN untuk SMP 18 siswa dan SMA 10 orang.

"Yang sudah ada baju seragam untuk SMU 7 orang dan sisanya 3 orang, sedangkan untuk SMP semuanya belum ada baju seragam, jadi kami cari bantuan mulut ke mulut maupun melalui broadcast BBM," tegas Nazliati.

Sedangkan bantuan pendanaan dari pihak pemerintah, terutama Pemerintah Kabupaten Aceh Besar tidak mendapatkan sama sekali. "Belum ada bantuan dari pihak Pemerintah Aceh Besar, besar harapan kami pemerintah bisa memperhatikan yayasan ini," tutupnya.

Baca juga:
Siswa SMKN 1 Jakarta uji coba kerjakan soal UN online
Antisipasi kebocoran soal, UN bakal dilakukan lewat sistem komputer
Cucu Tjokroaminoto: Pelajar disibukkan soal Unas, lupa akar sejarah
Di Kota Tangerang cuma tiga sekolah siap UN Online
2015, 100 persen kelulusan UN ditentukan pihak sekolah
Menteri Anies: Ujian Nasional bukan prioritas penentu kelulusan

Advertisement
(mdk/hhw)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.