LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Tak bentuk TGPF kasus Novel, Busyro sebut Jokowi lepas tangan

Kata Busyro, mestinya Presiden Jokowi belajar dari pengalaman kasus-kasus sebelumnya. Contohnya kasus pembunuhan Aktivis HAM Munir yang masih menyisakan misteri. Saat itu, Presiden keenam Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) masih ada upaya mengungkap dengan membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF).

2018-04-12 19:30:00
Novel Baswedan disiram air keras
Advertisement

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta Polri segera menyelesaikan kasus penyiraman air keras terhadap Penyidik Senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan yang sudah setahun tak kunjung terungkap. Mantan Ketua KPK Busyro Muqoddas menyayangkan sikap Jokowi tersebut.

Kata Busyro, mestinya Presiden Jokowi belajar dari pengalaman kasus-kasus sebelumnya. Contohnya kasus pembunuhan Aktivis HAM Munir yang masih menyisakan misteri. Saat itu, Presiden keenam Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) masih ada upaya mengungkap dengan membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF).

"Itu menunjukkan presiden sepihak. Dia dengan pernyataan itu hanya mengandalkan kepercayaannya pada Polri saja. Pertanyaannya apakah mengungkap pelaku kejahatan itu atau aktornya apakah hanya Polri saja? Kenapa Presiden tidak membentuk TGPF yang dulu pernah dibentuk dalam kasus Munir?," kata Busyro di kantor PP Muhammadiyah, Menteng Raya, Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (12/4).

Advertisement

"Kenapa tidak belajar dari dulu pernah ada itu dan ada hasilnya. Sampai sekarang presiden lepas tangan sampai hari ini," tambahnya.

Busyro juga khawatir sikap pemerintah seperti ini dapat dimanfaatkan pelaku kejahatan lainnya. Misalkan para penjahat yang tak takut meneror orang-orang yang ingin memberantas korupsi karena penegak hukum lembek.

"Sikap seperti ini dikhawatirkan sekali akan menjadi stimulus bagi kerja pelaku kejahatan terhadap kekuatan-kekuatan yang concern memberantas korupsi itu," tuturnya.

Advertisement

"Itu bisa dapat angin dengan sikap Presiden yang sangat lemah dan sudah lepas tanggung jawab dan Maaf ya ini cacat sebagai presiden dia Panglima tertinggi Polri masalahnya," ujar Busyro.

Baca juga:
Kasus penyiraman Novel masih suram, Busyro Muqqodas sebut memalukan negara
Polri soal sosok jenderal di kasus Novel: Kita bukan dukun
Polisi tak tahu Novel sudah serahkan nama jenderal terlibat penyiraman
Istana minta Kapolri jelaskan ke publik perkembangan kasus Novel
Novel Baswedan minta Jokowi serius ungkap kasus penyiraman air keras
Saut Situmorang soal setahun penyiraman Novel: Bagaimana caranya harus ketemu
Novel sudah laporkan jenderal diduga terlibat penyiraman ke Komnas HAM & polisi

(mdk/rzk)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.