Tahun 2023, Anggaran Pendidikan Naik Jadi Rp595,5 Triliun
Dana tersebut akan mendukung berbagai belanja pendidikan. Seperti beasiswa kepada pelajar. Terdiri dari 20 juta siswa kartu Indonesia pintar dan 975,3 ribu mahasiswa. Kemudian untuk membayar tunjangan profesi guru dan PNS untuk merupakan profesi pendidik sebanyak 264.000 orang
Pemerintah memproyeksikan anggaran untuk sektor pendidikan akan meningkat pada tahun 2023. Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani mengutarakan nominalnya menjadi Rp 563,6 triliun sampai Rp 595,5 triliun.
"Anggaran pendidikan akan meningkat lagi mencapai Rp 563,6 triliun hingga Rp 595,9 triliun. Ini lebih tinggi dibandingkan tahun ini yang anggarannya Rp 542,8 triliun," kata Sri Mulyani usai mengikuti rapat terbatas rancangan rencana kerja pemerintah dan pagu indikatif Tahun 2023 di Kantor Presiden, Kamis (14/4).
Dana tersebut akan mendukung berbagai belanja pendidikan. Seperti beasiswa kepada pelajar. Terdiri dari 20 juta siswa kartu Indonesia pintar dan 975,3 ribu mahasiswa. Kemudian untuk membayar tunjangan profesi guru dan PNS untuk merupakan profesi pendidik sebanyak 264.000 orang
"Belanja pendidikan juga dipakai untuk operasi sekolah melalui BOS dan juga bahkan biaya operasi sampai tingkat PAUD, yaitu pendidikan usia dini di mana 6,5 juta anak-anak Pada usia dini yang akan mendapatkan manfaat," bebernya.
Sri Mulyani memastikan defisit APBN 2023 di kisaran Rp562,6 triliun hingga Rp596,7 triliun atau 2,81 persen hingga 2,95 persen dari PDB. Hal itu menunjukkan dalam penyusunan APBN, dilaksanakan UU 2 tahun 2020 di mana defisit APBN tahun 2023 akan kembali di bawah 3 persen.
"Ini yang harus kita pertimbangkan sebagai bagian untuk mendesain APBN 2023 kembali menuju pada defisit di bawah 3 persen agar jumlah kebutuhan untuk menerbitkan surat utang bisa diberikan secara bertahap namun tetap berhati-hati," pungkasnya.
Baca juga:
Negara Butuh Tambahan Dana Rp4.260 Triliun untuk Pembangunan Infrastruktur
APBN per Kuartal I 2022 Catatkan Surplus Rp19,7 Triliun
Realisasi Anggaran PEN Capai Rp29,3 Triliun Hingga Awal April 2022
Kemenkeu: Setop Kebiasaan Kebut Penyerapan Anggaran di Akhir Tahun
Bansos Masyarakat Disunat untuk Subsidi BBM
Sri Mulyani Catat APBN 2022 Surplus Rp19,7 Triliun hingga Februari 2022