Tahukah Anda? Santri Kini Tak Cukup Hafal Kitab! Wali Kota Kediri Semangati Santri Kediri Hadapi Tantangan Zaman
Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati mendorong para Santri Kediri untuk tidak hanya menghafal kitab, tetapi juga cakap digital dan berani tampil di ruang publik menghadapi tantangan zaman.
Peringatan Hari Santri 2025 di Kota Kediri menjadi momentum penting bagi para santri untuk merefleksikan peran mereka di tengah dinamika global. Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, memberikan semangat dan arahan kepada ribuan santri yang hadir. Ia menekankan bahwa santri memiliki tanggung jawab besar dalam menghadapi berbagai tantangan kompleks di era modern ini.
Acara yang berlangsung pada hari Rabu ini diselenggarakan di Pondok Pesantren Al-Amien Kota Kediri, dihadiri oleh berbagai tokoh penting. Dalam sambutannya, Vinanda Prameswati secara lugas menyampaikan bahwa peran santri tidak lagi terbatas pada aspek keagamaan semata. Santri diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang adaptif dan inovatif.
Wali Kota Kediri menggarisbawahi pentingnya penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi bagi para santri. Selain itu, ia juga mendorong santri untuk memperkuat karakter luhur pesantren. Hal ini bertujuan agar santri siap berkontribusi aktif dalam pembangunan bangsa dan menjaga nilai-nilai luhur di tengah arus informasi yang deras.
Tantangan Santri di Era Modern
Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati menegaskan bahwa tantangan yang dihadapi santri saat ini jauh lebih kompleks dibandingkan masa lalu. “Santri kini tidak cukup hanya menghafal kitab tetapi juga harus mampu menulis peradaban,” ujarnya. Pernyataan ini menyoroti kebutuhan akan keterampilan baru yang harus dimiliki oleh Santri Kediri.
Ia menambahkan bahwa santri harus cakap digital, terampil berwirausaha, dan berani tampil di ruang publik dengan karakter luhur pesantren. Kemampuan ini menjadi krusial agar santri tidak tertinggal dalam persaingan global. Penguasaan teknologi dan kemampuan beradaptasi menjadi kunci utama dalam menghadapi perubahan zaman.
Vinanda Prameswati juga menyoroti bahwa tantangan santri tidak lagi terbatas pada angkat senjata, melainkan juga menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Selain itu, menjaga akhlak di tengah derasnya arus informasi juga menjadi prioritas. Hal ini sejalan dengan tema Hari Santri Nasional 2025, “Mengawal Indonesia Merdeka, Menuju Peradaban Dunia”, yang menyerukan santri untuk naik kelas dari penjaga tradisi menjadi pusat peradaban.
Peran Santri dalam Pembangunan Kota dan Pelestarian Lingkungan
Dalam konteks pembangunan kota, Wali Kota Kediri menjelaskan bahwa ada beberapa tantangan signifikan yang harus dihadapi. Tantangan tersebut meliputi transformasi ekonomi, peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), benteng moral kota, dan pelestarian lingkungan. Santri Kediri diharapkan dapat memberikan solusi konkret terhadap isu-isu tersebut.
“Banyak tantangan yang harus dihadapi. Santri juga memiliki tanggung jawab yang sama untuk bisa memberikan solusi terhadap tantangan yang ada,” kata Vinanda Prameswati. Keterlibatan aktif santri dalam berbagai sektor pembangunan menjadi sangat penting. Mereka diharapkan tidak hanya menjadi objek, tetapi subjek pembangunan yang proaktif.
Sebagai wujud nyata kepedulian terhadap lingkungan, Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati bersama Wakil Wali Kota Kediri KH Qowimuddin Thoha melakukan penanaman pohon. Kegiatan ini dilaksanakan di kawasan Pondok Pesantren Al-Amien Kota Kediri. Aksi ini menjadi simbol semangat santri dalam menjaga kelestarian alam dan bumi, menunjukkan bahwa peran santri meluas hingga isu ekologi.
Meneladani Semangat Resolusi Jihad dan Persatuan
Peringatan Hari Santri Nasional juga menjadi kesempatan yang tepat untuk mengenang perjuangan para ulama dan pahlawan bangsa. Wali Kota Kediri menekankan pentingnya meneladani semangat Resolusi Jihad yang dicetuskan oleh KH Hasyim Asy'ari. Semangat ini menjadi inspirasi bagi Santri Kediri untuk terus menjaga persatuan dan keimanan.
“Ini adalah momen bagi kita semua untuk mengenang perjuangan para ulama. Di mana dulu pencetus Resolusi Jihad KH Hasyim Asyari bisa kita teladani semangatnya,” ujar Vinanda Prameswati. Dari santri, masyarakat dapat belajar nilai-nilai persatuan dan keimanan yang kuat. Nilai-nilai ini fundamental dalam menjaga keutuhan bangsa.
Tema Hari Santri Nasional 2025, “Mengawal Indonesia Merdeka, Menuju Peradaban Dunia”, memiliki makna ganda. Pertama, tugas santri tidak berhenti setelah kemerdekaan, tetapi bertanggung jawab menjaga kemerdekaan tetap bermakna. Kedua, panggilan bagi pesantren untuk naik kelas dari lembaga penjaga tradisi menjadi pusat peradaban. “Kita punya kesamaan untuk menjaga persatuan. Kita punya kewajiban yang sama untuk menjaga nilai kemerdekaan, keadilan, kesejahteraan dimana nilai-nilai ini fondasi dasar,” tutup Mbak Wali, sapaan akrabnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Kapolres Kediri Kota AKBP Anggi Saputra Ibrahim, Komandan Kompi 1 Yon C Pelopor Satbrimob Polda Jatim AKBP Joko Widodo, Komandan Subdenpom Kapten CPM Purwantoro, serta Penjabat Sekretaris Daerah Kota Kediri M Ferry Djatmiko.
Sumber: AntaraNews