Tahukah Anda? Rangkaian Alergi pada Anak Bisa Berkembang Dipicu Asap Rokok dan Lingkungan!
Rangkaian alergi pada anak, dikenal sebagai allergic march, bisa berkembang sejak dini akibat faktor lingkungan seperti asap rokok dan genetik. Ketahui pemicu dan dampaknya!
Rangkaian alergi atau allergic march pada anak dapat mulai berkembang sejak satu tahun pertama kehidupan. Kondisi ini dipicu oleh beragam faktor, salah satunya adalah lingkungan tempat tinggal anak sehari-hari.
Menurut Dokter spesialis anak dari Universitas Indonesia, dr. Tiara Nien Paramita M.Sc Sp.A, jika alergi tidak diatasi dengan baik, allergic march akan terus berjalan. Paparan terus-menerus terhadap pemicu seperti asap rokok, misalnya, dapat meningkatkan risiko asma atau rinitis alergi di kemudian hari.
Selain faktor lingkungan, genetik juga memiliki peran signifikan dalam perkembangan alergi pada anak. Pemahaman mendalam tentang pemicu ini krusial untuk pencegahan dan penanganan dini demi kualitas hidup anak yang lebih baik.
Pemicu Utama Rangkaian Alergi pada Anak
Faktor lingkungan memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan alergi pada anak. Paparan asap rokok sehari-hari, polusi udara, serta penanganan kelembaban kulit yang kurang baik dapat terus memicu gatal-gatal dan reaksi alergi lainnya.
Selain lingkungan, faktor genetik juga sangat berpengaruh terhadap perkembangan rangkaian alergi anak. Jika salah satu orang tua memiliki alergi, risiko anak untuk mengalami alergi adalah sekitar 40 persen.
“Jadi kalau satu orang tua, mamanya aja atau papanya aja, anaknya itu berisiko sekitar 40 persen dan kalau keduanya alergi itu bisa naik sampai 60 persen, dan bila keduanya alerginya sama misalnya mama papa asma, resiko alergi asma bisa naik sampai 60-80 persen,” jelas dr. Tiara dalam diskusi di Jakarta.
Progresi Alergi dan Dampaknya pada Kualitas Hidup
Pada satu tahun pertama kehidupan, alergi yang paling sering dialami anak adalah alergi pada makanan, dengan alergi susu sapi menjadi kasus paling umum. Seiring bertambahnya usia, alergi makanan ini bisa toleran dengan penanganan cepat dari dokter anak.
Namun, jika lingkungan anak tidak terjaga, alergi-alergi lain seperti asma dengan gejala batuk sering di malam hari, rinitis alergi, atau alergi atopi pada kulit dapat muncul. Kondisi ini menunjukkan progres dari rangkaian alergi yang terus berlanjut.
Rangkaian alergi yang tidak tertangani dengan baik dapat menyebabkan penurunan kualitas hidup dan prestasi anak. Jika anak mengalami asma atau rinitis alergi, mereka bisa kesulitan tidur, bahkan amandelnya bisa membesar dan menyebabkan gangguan tidur. Hal ini berpotensi membuat anak tidak fokus di pagi hari saat sekolah karena tidur yang tidak berkualitas, sehingga berdampak pada penurunan prestasi belajar. Anak dengan alergi dapat tetap tumbuh optimal dengan nutrisi yang baik dan perlindungan dari paparan lingkungan tidak sehat yang memicu rangkaian alergi.
Sumber: AntaraNews