Tahukah Anda? Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Dinilai Akademisi sebagai Langkah Mulia Bangun Generasi Cerdas
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) disebut sebagai langkah mulia pemerintah membangun generasi sehat dan cerdas. Simak pandangan akademisi terkait pentingnya dukungan dan evaluasi program ini!
Guru Besar Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta (FISH UNJ), Prof. Abdul Haris Fatgehipon, baru-baru ini menegaskan pentingnya program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menilai inisiatif pemerintah ini merupakan langkah mulia untuk membangun generasi Indonesia yang sehat dan cerdas.
Pernyataan tersebut disampaikan Haris dalam keterangannya di Jakarta pada Selasa (07/10), menyoroti urgensi dukungan dari seluruh elemen masyarakat. Program MBG yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto ini bertujuan memberikan asupan nutrisi esensial bagi anak-anak.
Menurutnya, program ini harus didukung penuh dan tidak boleh dikerdilkan oleh isu sesaat, seperti kasus keracunan yang sempat mencuat. Evaluasi berkelanjutan diperlukan untuk perbaikan, bukan pembubaran program strategis ini.
Pentingnya Dukungan dan Evaluasi Program MBG
Prof. Abdul Haris Fatgehipon menekankan bahwa keberhasilan program Makan Bergizi Gratis sangat bergantung pada dukungan kolektif. Ia menyerukan agar masyarakat dan lembaga terkait memberikan dukungan penuh terhadap inisiatif pemerintah ini.
Haris menegaskan bahwa jika terjadi insiden seperti kasus keracunan, hal tersebut seharusnya menjadi pemicu evaluasi. Evaluasi ini bertujuan untuk perbaikan sistem, bukan untuk menghentikan program yang memiliki tujuan mulia.
Untuk memastikan pelaksanaan MBG berjalan optimal, pelibatan berbagai pihak berkompeten sangat krusial. Ahli gizi, akademisi, tenaga kesehatan, dan pengawas lapangan perlu dilibatkan secara aktif.
Keterlibatan para ahli ini akan membantu memastikan bahwa sistem distribusi dan dapur pengolahan makanan memenuhi standar keamanan pangan yang ketat. Dengan demikian, insiden yang tidak diinginkan dapat diminimalisir di masa mendatang.
Fokus Sasaran dan Komitmen Pemerintah terhadap MBG
Selain evaluasi, Haris juga menyoroti pentingnya ketepatan sasaran penerima manfaat dalam program Makan Bergizi Gratis. Ia secara spesifik menyebutkan anak-anak di wilayah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal) sebagai kelompok prioritas utama.
Anak-anak di daerah-daerah tersebut sangat membutuhkan asupan gizi tambahan yang dapat disediakan melalui program MBG. Kehadiran program ini diharapkan menjadi harapan nyata bagi peningkatan kualitas hidup mereka.
Haris mengapresiasi respons cepat Presiden Prabowo Subianto pascamunculnya beberapa kasus keracunan terkait MBG. Presiden segera memanggil menteri terkait dan menyiapkan Peraturan Presiden (Perpres) untuk perbaikan tata kelola program.
Tindakan cepat ini menunjukkan komitmen serius pemerintah dalam menjalankan dan menyempurnakan program Makan Bergizi Gratis. Dukungan dan kontrol evaluasi dari seluruh elemen masyarakat diperlukan agar program ini semakin baik dan berkelanjutan.
Menjaga Integritas Program MBG dari Politisasi
Dalam kesempatan yang sama, Prof. Abdul Haris Fatgehipon juga menyuarakan harapannya agar program Makan Bergizi Gratis tidak dipolitisasi. Ia mengingatkan bahwa inisiatif ini memiliki tujuan luhur untuk kesejahteraan anak bangsa.
Haris secara tegas menyatakan bahwa kasus-kasus terkait MBG tidak boleh disalahgunakan untuk kepentingan politik sesaat. Ia juga menekankan pentingnya mencegah penyelewengan anggaran atau korupsi dalam pelaksanaan program ini.
"Jangan sampai kasus MBG disalahgunakan dengan dipolitisasi, dan jangan ada penyelewengan anggaran korupsi dalam program MBG," ujarnya. Program ini adalah pro-rakyat untuk membentuk anak Indonesia yang sehat dan pintar.
Dengan menjaga integritasnya, program MBG dapat terus berjalan efektif dan mencapai tujuan utamanya. Ini adalah investasi penting bagi masa depan generasi penerus bangsa.
Sumber: AntaraNews