Tahukah Anda? Pelatihan BLS Pelindo Jasa Maritim Tingkatkan Kesiapsiagaan SDM Hadapi Kondisi Darurat di Pelabuhan
PT Subholding Pelindo Jasa Maritim (SPJM) serius tingkatkan kesiapsiagaan SDM melalui Pelatihan BLS Pelindo Jasa Maritim, siap hadapi kondisi darurat di area operasional 24 jam.
PT Subholding Pelindo Jasa Maritim (SPJM) mengambil langkah proaktif untuk memperkuat kesiapsiagaan sumber daya manusia (SDM) mereka. Perusahaan ini menyelenggarakan workshop Basic Life Support (BLS) di Makassar, sebagai bagian dari upaya berkelanjutan dalam meningkatkan kapasitas karyawan.
Pelatihan BLS Pelindo Jasa Maritim ini dirancang khusus untuk membekali karyawan dengan keterampilan dasar penanganan kondisi darurat. Tujuannya adalah untuk memastikan respons cepat dan tepat saat menghadapi insiden yang mengancam jiwa di lingkungan kerja yang padat aktivitas.
Inisiatif ini krusial mengingat tingginya volume kegiatan operasional di pelabuhan yang berlangsung selama 24 jam setiap hari. Kesiapan ini menjadi prioritas utama demi menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman dan responsif bagi seluruh pihak yang terlibat.
Pentingnya Kesiapsiagaan di Lingkungan Pelabuhan
Lingkungan operasional pelabuhan dikenal memiliki risiko yang cukup besar terhadap potensi terjadinya kondisi darurat. Dengan volume kegiatan yang tinggi dan berlangsung tanpa henti selama 24 jam, kesiapsiagaan SDM menjadi faktor krusial untuk meminimalisir dampak negatif.
SVP Sekretaris Perusahaan SPJM, Tubagus Patrick, menegaskan pentingnya inisiatif ini. "Hal ini penting untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapan dalam menghadapi tantangan dalam pelayanan termasuk menghadapi kondisi darurat," ujarnya di Makassar, Minggu.
Pelatihan BLS Pelindo Jasa Maritim ini menjadi jawaban atas kebutuhan tersebut, membekali karyawan dengan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan. Dengan demikian, setiap individu diharapkan mampu memberikan pertolongan pertama secara efektif saat dibutuhkan.
Keterampilan Penyelamat Nyawa dalam Pelatihan BLS
Pelatihan Basic Life Support (BLS) yang diselenggarakan oleh SPJM berfokus pada pemberian keterampilan dasar yang dapat menyelamatkan nyawa. Para peserta diajarkan cara mengenali kondisi darurat yang mengancam jiwa, seperti henti jantung dan henti napas, serta langkah-langkah penanganan awalnya.
Materi pelatihan meliputi tindakan resusitasi jantung paru (RJP) yang benar dan penggunaan Automated External Defibrillator (AED). Keterampilan ini sangat vital untuk memberikan pertolongan segera sebelum bantuan medis profesional tiba di lokasi kejadian.
Tubagus Patrick menambahkan bahwa pelatihan ini memiliki manfaat besar, salah satunya adalah penyelamatan nyawa dengan memberikan pertolongan pertama yang tepat. "Termasuk juga menjadikan kegiatan tersebut sebagai budaya sehingga personil SPJM bisa lebih siap menghadapi kondisi darurat di lapangan," jelasnya.
Komitmen SPJM untuk Budaya Keselamatan Berkelanjutan
PT Subholding Pelindo Jasa Maritim menunjukkan komitmen jangka panjang terhadap keselamatan dan kesiapsiagaan karyawannya. Pelatihan BLS Pelindo Jasa Maritim ini tidak hanya berhenti pada satu sesi, melainkan akan terus berlanjut.
Menurut Tubagus, pelatihan peningkatan keterampilan BLS ini akan dilaksanakan secara berkelanjutan dan bertahap. Seluruh pegawai di wilayah operasional SPJM akan dilibatkan dalam program ini, memastikan pemerataan pengetahuan dan keterampilan.
Tujuan akhirnya adalah terciptanya budaya positif dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman dan responsif. SPJM berharap, ke depan semua SDM memiliki keterampilan dasar untuk melakukan penyelamatan dalam kondisi darurat, menjadikan setiap karyawan sebagai potensi penyelamat nyawa.
Sumber: AntaraNews