Tahukah Anda? Indonesia Punya 29 Jenis Amorphophallus! ULM Kembangkan Bunga Bangkai Endemik Kalimantan untuk Edukasi dan Riset
Universitas Lambung Mangkurat (ULM) sukses mengembangkan **bunga bangkai ULM** endemik Kalimantan di laboratoriumnya. Penasaran bagaimana tumbuhan primitif ini dimanfaatkan untuk riset dan edukasi?
Universitas Lambung Mangkurat (ULM) berhasil mengembangkan bunga bangkai atau Amorphophallus paeoniifolius di Rumah Kaca Laboratorium Pendidikan Biologi. Pengembangan ini bertujuan untuk kepentingan edukasi serta riset mendalam mengenai flora endemik Kalimantan. Tumbuhan eksotis ini kini tumbuh subur dan telah mengeluarkan bunga yang indah dan menarik perhatian.
Pengembangan **bunga bangkai ULM** ini dimulai setelah penanaman perdana pada Desember tahun lalu di fasilitas laboratorium Banjarmasin. Luthfiana Nurtamara, pengelola Rumah Kaca Laboratorium, menyatakan kebanggaannya atas keberhasilan budidaya tersebut. Koleksi ini secara signifikan memperkaya khazanah keanekaragaman hayati yang dimiliki oleh ULM.
Tumbuhan ini diperoleh dari Taman Biodiversitas Hutan Hujan Tropis Lembah Bukit Manjai, Mandiangin Timur, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Dr. Amalia Rezeki, seorang Biologist Conservation dari ULM, menyerahkannya kepada pengelola laboratorium. Kehadiran bunga bangkai ini sangat vital untuk kegiatan akademik mahasiswa dan penelitian botani.
Peran ULM dalam Konservasi Amorphophallus Endemik
ULM tidak hanya mengembangkan satu jenis, tetapi membudidayakan tiga jenis Amorphophallus endemik Kalimantan di laboratoriumnya. Jenis-jenis tersebut meliputi Amorphophallus paeoniifolius, Amorphophallus muelleri BI, dan Amorphophallus borneensis. Ketiga spesies ini merupakan bagian integral dari ekosistem hutan hujan tropis Kalimantan. Keberadaan koleksi ini menjadi bukti nyata komitmen ULM dalam pelestarian flora lokal yang terancam.
Dr. Aulia Ajizah, Kepala Laboratorium Jurusan Pendidikan Biologi ULM, menekankan pentingnya koleksi ini bagi dunia pendidikan. Bunga bangkai yang tumbuh mekar dapat langsung dimanfaatkan mahasiswa sebagai media pembelajaran langsung. Ini memberikan pengalaman praktis yang tak ternilai dalam mengamati siklus hidup dan morfologi tumbuhan langka. Mahasiswa dapat mempelajari berbagai aspek biologi tumbuhan secara mendalam.
Penyerahan beberapa jenis tumbuhan Amorphophallus ini bertujuan utama untuk memperkaya koleksi tumbuhan hutan tropis. Fasilitas Rumah Kaca Jurusan Pendidikan Biologi ULM kini menjadi pusat riset dan edukasi yang penting di kawasan tersebut. Upaya ini mendukung pemahaman lebih lanjut tentang ekosistem lokal dan konservasi keanekaragaman hayati.
Keunikan dan Status Konservasi Bunga Bangkai
Dr. Amalia Rezeki menjelaskan bahwa tumbuhan Amorphophallus memiliki keragaman jenis yang sangat tinggi di seluruh dunia. Diperkirakan ada sekitar 220 jenis yang tersebar di berbagai belahan bumi. Indonesia, khususnya, menjadi rumah bagi kelimpahan jenis Amorphophallus terbanyak di Asia Tenggara, yaitu mencapai 29 jenis. Kekayaan ini menunjukkan betapa pentingnya Indonesia dalam konservasi global spesies ini.
Mayoritas Amorphophallus yang ditemukan di Indonesia merupakan jenis-jenis endemik, menunjukkan kekayaan hayati negara ini yang luar biasa. Amalia menyebutkan bahwa "Amorphophallus merupakan salah satu tumbuhan primitif yang masih tersisa di bumi ini." Pernyataan ini menyoroti nilai historis dan evolusioner tumbuhan tersebut, menjadikannya objek penelitian yang menarik. Keberadaannya memberikan wawasan tentang evolusi tumbuhan di masa lampau.
Meskipun Amorphophallus secara umum terdaftar dalam daftar merah lembaga konservasi Internasional (IUCN) dengan status Least Concern (LC) atau risiko rendah, keberadaannya di alam tetap rentan. Hal ini disebabkan oleh nilai ekonomisnya yang tinggi, yang mendorong perburuan liar dan eksploitasi. Oleh karena itu, upaya konservasi eksitu seperti yang dilakukan **bunga bangkai ULM** menjadi sangat krusial untuk menjaga kelangsungan hidup spesies ini di masa depan.
Sumber: AntaraNews