Tahukah Anda, Helikopter Hilang Kalsel: Polda Kalsel Kerahkan Brimob dan Samapta Bantu Pencarian
Polda Kalsel mengerahkan puluhan personel Brimob dan Samapta untuk membantu pencarian Helikopter Hilang Kalsel yang membawa delapan orang di Tanah Bumbu. Bagaimana kelanjutan operasi SAR ini?
BANJARBARU, Merdeka.com - Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan (Polda Kalsel) mengerahkan puluhan personel gabungan dari Brimob dan Samapta untuk mendukung operasi pencarian sebuah helikopter yang dilaporkan hilang kontak. Helikopter tersebut diduga berada di sekitar kawasan Air Terjun Mandin Damar, Kecamatan Mentewe, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan.
Pengerahan pasukan darat ini merupakan respons cepat setelah helikopter tersebut hilang kontak pada Senin pagi, 2 September. Tim SAR gabungan kini fokus menyisir area pegunungan yang diperkirakan menjadi lokasi jatuhnya pesawat, dengan harapan segera menemukan keberadaan helikopter dan para penumpangnya.
Inspektur Jenderal Polisi Rosyanto Yudha Hermawan, Kapolda Kalsel, menegaskan komitmen penuh kepolisian untuk membantu Kantor SAR Banjarmasin (Basarnas) dalam operasi pencarian ini. Semua sumber daya dan personel Polda Kalsel siap dikerahkan sesuai kebutuhan di lapangan, menunjukkan keseriusan dalam upaya penyelamatan.
Pengerahan Pasukan dan Dukungan Polda Kalsel
Kapolda Kalsel, Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan, menyatakan bahwa personel Brimob dan Samapta telah bergabung dengan tim SAR darat untuk menyisir area pegunungan. Area ini diyakini sebagai lokasi jatuhnya helikopter yang hilang kontak, sehingga pengerahan personel darat menjadi krusial dalam operasi pencarian Helikopter Hilang Kalsel.
Beliau juga menegaskan bahwa kepolisian berkomitmen penuh untuk membantu Basarnas dalam operasi pencarian. "Semua personel dan peralatan SAR yang dimiliki Polda Kalsel siap dikerahkan sesuai kebutuhan lapangan," ujar Yudha. Dukungan ini mencakup berbagai peralatan yang mungkin diperlukan untuk medan sulit di pegunungan.
Pergerakan di lapangan sepenuhnya berada di bawah komando Basarnas, dan Polda Kalsel akan memberikan dukungan penuh sesuai kebutuhan. Sinergi antara berbagai lembaga ini diharapkan dapat mempercepat proses pencarian dan penyelamatan korban.
Kendala Cuaca dan Pembatalan Penerbangan
Kapolda Kalsel bersama dengan pimpinan pemerintahan daerah setempat awalnya merencanakan untuk terbang ke area pencarian pada Selasa sore. Penerbangan ini menggunakan helikopter yang disiagakan di Bandara Syamsudin Noor, Banjarbaru, untuk memantau situasi dari udara dan mempercepat proses SAR.
Namun, rencana tersebut terpaksa dibatalkan karena kondisi cuaca yang tidak memungkinkan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan adanya hujan dan awan tebal di area pegunungan yang diduga menjadi lokasi jatuhnya helikopter. Kondisi ini sangat membahayakan bagi tim SAR udara.
"Hujan dan awan tebal di area pegunungan yang diduga menjadi lokasi kecelakaan membuat tim SAR udara tidak aman untuk terbang," jelas Yudha. Pembatalan ini menunjukkan prioritas pada keselamatan tim penyelamat, meskipun hal tersebut menghambat upaya pencarian dari udara untuk Helikopter Hilang Kalsel.
Kronologi Hilang Kontak Helikopter BK117 D3
Helikopter jenis BK117 D3 yang dioperasikan oleh Eastindo Air ini membawa delapan orang saat hilang kontak pada Senin pagi. Insiden ini terjadi saat helikopter melintas di atas Mentewe, Kabupaten Tanah Bumbu, menambah daftar panjang insiden penerbangan yang melibatkan kondisi geografis sulit.
Pesawat tersebut sedang dalam perjalanan dari Kotabaru, Kalimantan Selatan, menuju Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Delapan orang yang berada di dalamnya adalah pilot Capt. Haryanto, teknisi Eng Hendra, serta penumpang Mark Werren, Yudi Febrian, Andys Rissa Pasulu, Santha Kumar, Claudine Quito, dan Iboy Irfan Rosa.
Hilangnya kontak ini memicu operasi pencarian besar-besaran yang melibatkan berbagai pihak. Fokus utama saat ini adalah menemukan lokasi pasti helikopter dan memastikan keselamatan seluruh penumpang dan awak yang berada di dalam Helikopter Hilang Kalsel tersebut.
Sumber: AntaraNews