Tahukah Anda? Dishut Kalsel Perluas Pasar HHBK Binaan Lewat 'Rimba Mart' di Hutan Hujan Tropis Indonesia
Dinas Kehutanan Kalimantan Selatan (Dishut Kalsel) akan menggelar 'Rimba Mart' pada Oktober 2025, memperluas pasar HHBK binaan dan memberdayakan masyarakat hutan.
Dinas Kehutanan Kalimantan Selatan (Dishut Kalsel) mengambil langkah strategis untuk memperluas jangkauan pasar hasil hutan bukan kayu (HHBK) binaan. Inisiatif penting ini diwujudkan melalui sebuah kegiatan promosi berskala besar yang diberi nama "Rimba Mart". Langkah ini diharapkan dapat membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar hutan.
Acara "Rimba Mart" dijadwalkan berlangsung pada Oktober 2025 mendatang, bertempat di kawasan Hutan Hujan Tropis Indonesia yang kaya akan keanekaragaman hayati. Kegiatan ini bertujuan utama untuk memperkenalkan dan memasarkan beragam produk HHBK unggulan dari berbagai wilayah di Kalsel, sekaligus meningkatkan nilai tambah produk lokal.
Kepala Dishut Kalsel, Fathimatuzzahra, menyatakan bahwa Rimba Mart akan menjadi platform vital. Ini akan melibatkan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH), Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Adam, dan Balai Perbenihan Tanaman Hutan (BPTH) dalam memamerkan hasil karya mereka. Tujuannya adalah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis kehutanan.
Sinergi Lintas Sektor dalam Rimba Mart Dishut Kalsel
Keberhasilan "Rimba Mart" sangat bergantung pada koordinasi lintas unit yang solid. Fathimatuzzahra menekankan pentingnya sinergi antara berbagai pihak untuk memastikan program berjalan optimal. Ini adalah kunci utama dalam mencapai target yang telah ditetapkan, yaitu mempromosikan HHBK secara efektif.
Kegiatan ini akan melibatkan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementerian Kehutanan. Selain itu, pelaku UMKM yang difasilitasi oleh Dinas Koperasi dan UMKM juga akan turut berpartisipasi aktif. Keterlibatan mereka diharapkan dapat memperkaya variasi produk HHBK yang ditawarkan kepada masyarakat luas.
"Rimba Mart" tidak hanya sekadar pameran produk. Acara ini juga akan dimeriahkan dengan berbagai kegiatan menarik. Mulai dari podcast bersama pemenang Lomba Wana Lestari Kementerian Kehutanan hingga penampilan musik akustik yang menghibur pengunjung, semuanya dirancang untuk menarik perhatian.
Salah satu momen penting adalah aksi penanaman pohon. Ini menjadi simbol komitmen Dishut Kalsel dalam menjaga kelestarian hutan berkelanjutan. Inisiatif ini menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan dan upaya nyata untuk konservasi.
Rimba Mart: Wadah Promosi dan Pemberdayaan Masyarakat
Melalui "Rimba Mart", Dishut Kalsel berharap dapat menciptakan ruang promosi efektif. Ini bukan hanya untuk produk hasil hutan, tetapi juga sebagai wadah pemberdayaan masyarakat. Tujuannya agar manfaat hutan dapat dirasakan oleh banyak pihak secara merata dan berkelanjutan.
Kegiatan ini menegaskan komitmen Dishut Kalsel untuk memperkuat sinergi. Sinergi ini melibatkan pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha. Tujuannya adalah menjaga sekaligus mengoptimalkan potensi hutan Kalimantan Selatan demi kesejahteraan bersama.
Fathimatuzzahra menyatakan, "Rimba Mart menjadi salah satu wadah untuk mendukung program keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat." Pernyataan ini menggarisbawahi visi jangka panjang Dishut Kalsel dalam pengelolaan hutan.
Inisiatif "Rimba Mart Dishut Kalsel" ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya pelestarian sumber daya hutan. Ini adalah langkah konkret menuju pembangunan berkelanjutan di Kalsel yang berwawasan lingkungan.
Sumber: AntaraNews