Survei SMRC: Masyarakat Menilai Korupsi Semakin Banyak Periode Kedua Jokowi
Hasil survei dilakukan Saiful Mujani Research & Consulting (SMRC) pada September 2021 menunjukkan 49,1 persen masyarakat menilai kasus korupsi di era kedua kepemimpinan Presiden Jokowi semakin banyak.
Persepsi publik terhadap pemberantasan korupsi semakin memburuk dalam periode kedua Presiden Joko Widodo (Jokowi). Hal itu terlihat dari hasil survei dilakukan Saiful Mujani Research & Consulting (SMRC) pada September 2021.
"Kalau kita cek juga penilaian masyarakat terhadap perilaku korupsi saat ini, 49,1 persen masyarakat menilai bahwa korupsi di negara kita semakin banyak," ujar Direktur Eksekutif SMRC Sirojuddin Abbas dalam rilis survei bertajuk 'Dua Tahun Kinerja Presiden Jokowi' secara daring, Selasa (19/10).
Sementara itu, publik yang menilai korupsi semakin menurun hanya 17,1 persen. Sedangkan 27,8 persen lainnya menilai tidak ada perubahan.
Sirojuddin mengatakan, pandangan publik terhadap masalah korupsi di Indonesia cenderung negatif. "Jadi penilaian cenderung negatif. Yang menilai semakin banyak cukup tinggi dibanding yang semakin sedikit," ujar dia.
Dari segi tren, dalam dua tahun periode kedua Presiden Jokowi memang terjadi kecenderungan penilaian terhadap pemberantasan korupsi semakin memburuk.
Pada April 2019, publik yang menilai korupsi semakin banyak sebesar 47,6 persen. Kemudian pada Maret 2020 47,2 persen, terus meningkat pada Maret 2021 49 persen, hingga terakhir September 2021 49,1 persen.
Kemudian persepsi positif terhadap pemberantasan korupsi cenderung menurun. Pada April 2019 yang menilai korupsi semakin sedikit 24,5 persen, menurun di Maret 2020 18,2 persen, Maret 2021 14,2 persen. Namun ada sedikit kenaikan pada September 2021 17,1 persen.
"Kalau kita lihat trennya memang dalam dua tahun terakhir ini ada kecenderungan semakin memburuk, meskipun peningkatannya tidak luar biasa seperti sebelumnya," ujar Sirojuddin.
SMRC melakukan survei pada 15-21 September 2021. Jumlah responden dipilih secara acak sejumlah 1220 responden. Survei memiliki margin of error sebesar kurang lebih 3,19 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Reporter: Delvira Hutabarat
Baca juga:
Survei SMRC: UUD 1945 Tak Boleh Diubah Atas Alasan Apapun
Mayoritas Warga Ingin Presiden Bekerja Sesuai Janji Kampanye, Bukan GBHN
Survei: 82 Persen Publik Ingin Pemilu Tidak Diundur 2027, Tetap Digelar 2024
Survei SMRC: 66 Persen Masyarakat Tidak Menghendaki Amandemen UUD 1945
Cak Imin Tanggapi Survei SMRC: PKB Sudah Berada di Partai Papan Atas
Analisis SMRC: Alasan PDIP-Gerindra Merosot, Golkar Naik
PKB Sebut Elektabilitas Prabowo Wajar Tinggi, Sudah Dua Kali Nyapres